BANTUL, Joglo Jogja – 11 Juli mendatang merupakan awal tahun pelajaran baru 2022/2023. Kabupaten Bantul menerapkan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) secara mandiri.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul, Isdarmoko mengungkapkan, IKM tersebut secara serentak dilaksanakan di wilayahnya. Hal ini baik dari jenjang TK, SD, dan SMP terkhusus negeri yang akan melaksanakan IKM secara mandiri.
Dalam penerapannya, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan. Salah satunya ketika siswa baru masuk sekolah dengan penerapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
“Sementara itu persiapan dari guru-gurunya. Ini sudah dimulai. Bahkan sejak awal bulan kemarin bahwasanya sekolah ini semuanya harus mempersiapkan langkah-langkah tentang implementasi kurikulum merdeka,” tuturnya belum lama ini.
Langkah pertama yang dilakukan, ia menjelaskan kaitannya dengan pengisian aplikasi. Pihaknya telah mensosialisasikannya ke semua sekolah yang ada di Bumi Projotamansari.
Menurutnya, penerapan IKM ini merupakan hal yang baru. Terlebih implementasi tersebut dilakukan secara mandiri.
“Ini jelas berbeda, ini memang disesuaikan dengan perkembangan zaman, dengan kondisi, situasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ketika dulu Kurikulum 13 termasuk adanya bagaimana guru, paradigma belajar harus berubah, berpusat kepada siswa, kemudian berbasis kepada IT,” paparnya.
Kemudian, lanjutnya, implementasi yang baru adalah berkaitan dengan pembelajaran proyek. Nantinya, bahwa pembelajaran proyek ini dilakukan dengan lintas mata pelajaran.
“Dalam kurikulum merdeka itu nanti guru harus bisa membimbing, mendampingi anak-anak secara individu. Sebab anak kebutuhannya berbeda, kemampuannya berbeda, minatnya berbeda, jadi pembelajaran harus terdiferensiasi,” ucapnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bantul, Ninik Istitarini menyetujui program IKM tersebut. Sebab zaman telah berbeda.
“Saat ini zaman sudah berbeda. Dengan adanya perubahan tentunya juga memikirkan anak nantinya sudah terfokus sebab kebutuhan dan potensi anak berbeda-beda,” tukasnya.(ers/ziz)










