DEMAK, Joglo Jateng – Puncak acara Grebeg Besar ditandai pemberangkatan iring-iringan tumpeng 9 (sembilan) dan iring-iringan prajurit patang puluhan. Setelah dua tahun tak menyelenggarakan tradisi Grebeg Besar, baru tahun 2022 ini Pemkab Demak kembali menggelar rangkaian acara.
Ribuan warga memadati kawasan Alun-Alun Simpang Enam Demak mulai ba’da salat Maghrib. Kemudian, rombongan Bupati dan Pejabat Teras Pemkab Demak sekira pukul 20.00 berbondong-bondong mengarak iringan tumpeng 9. Rutenya dari Pendopo Kantor Bupati menuju Kompleks Masjid Agung Demak.
Uniknya, tradisi tumpengan ini sangat berbeda dari tahun-tahun lalu perayaan Tradisi Grebeg Besar. Biasanya, tumpengan raksasa diperebutkan ramai-ramai para warga, tetapi spesial tahun ini bungkusan kantong plastik berisi hasil pertanian padi dan palawija dibagikan pada momen puncak.
“Setelah di bacakan lantunan doa, tumpengan raksasa sejumlah 9 buah tanda puncak perayaan grebeg besar di arak rombongan. Tahun ini Pemkab membagikan tumpengan ini dengan cara yang berbeda, yaitu dengan di bungkus,” ujar Bupati Demak Eis’tianah kepada wartawan, Sabtu (9/7) malam.
Eisti’anah menjelaskan, tumpeng 9 ini menggambarkan perjuangan Walisongo menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Sebelumnya, para wali sembilan memanfaatkan media kesenian tradisional sebagai alat syi’ar.
“Tiap tumpengan ini merupakan gambaran dari sifat para wali sembilan. Karena itu, beragam seni tradisional, tradisi, dan budaya akulturasi Islam berkembang pesat,” jelas Bupati.
Eis’tianah menambahkan, grebeg besar Demak tahun 2022 ini akan memecahkan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Pasalnya, tahun ini akan ada iring-iringan bendi atau delman dengan jumlah terbanyak. “Para prajurit 40 an akan di iring bersama menggunakan sekitar 130 an delman termasuk kereta kencana membawa minyak jamas,” sebutnya. (luk/gih)










