Bupati Rembang Serahkan Bantuan Korban Kebakaran

SALURAKN: Bupati Rembang H.Abdul Hafidz menyerahkan bantuan secara langsung kepada korban kebakaran yang ada di Desa Kemadu, Sulang, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Sebuah rumah usaha cuci pakaian di Desa Kemadu, Kecamatan Sulang, terbakar, Rabu malam (14/9). Kejadian di rumah usaha milik Sukarjan itu mengakibatkan bangunan berikut pakaian laundry pelanggan ludes dilalap si jago merah. Kerugiannya ditaksir mencapai Rp 35 juta.

Pada Jum’at (16/9) Bupati Rembang H.Abdul Hafidz bersama jajaran Pemerintah Kabupaten dan stakeholder lainnya, Baznas, PMI mengunjungi Sukarjan. Kedatangan mereka dalam rangka menyerahkan bantuan untuk meringankan beban Sukarjan, dan keluarganya.

Dalam kesempatan itu Bupati Hafidz berbincang dengan pria 43 tahun itu. Bupati beserta rombongan secara langsung menyerahkan sejumlah bantuan. Bupati mengaku ada sejumlah uang yang terkumpul dari sejumlah pihak. Nominalnya Rp 25 juta.

Selain uang tunai, bantuan barang, dan bahan makanan juga diberikan untuk memenuhi kebutuhan keluarga korban. Meski belum dapat menutup semua kerugian yang ditimbulkan yang diakibatkan musibah tersebut, kata Abdul Hafidz setidaknya dapat meringankan beban keluarga korban.

“Sesuai dengan visi misi saya sejak pertama kali menjabat, saya akan datang langsung kalau ada masyarakat saya yang tertimpa musibah. Tapi ini bukan berarti saya berharap ada musibah. Saya datang terus. Kecuali di Gunem kemarin kejadian pas saya umroh, yang datang kesana Pak Wabup,” tuturnya.

Sementara itu Sukarjan menyampaikan terima kasih kepada Bupati Rembang dan jajarannya yang telah datang dan membantunya. Baginya musibah yang menimpanya sebagai ujian dan menjadi pelajaran agar lebih waspada dan teliti lagi.

Karena insiden kebakaran itu sendiri ditengarai akibat nyala kompor di ruangan dapur yang lupa dimatikan dan ditinggal pergi. “Terima kasih Pak Bupati telah datang dan kepada semuanya yang telah membantu. Semoga ini menjadi pelajaran bagi kami sekeluarga,” kata Sukarjan.

Sementara itu pihak pemerintah desa akan mengupayakan perbaikan rumah yang rusak. Warga akan bergotong royong untuk membantu Sukarjan dan keluarga dalam pembangunan rumah. (hms/fat)