Wisata Budaya Jadi Peluang Baru Pengembangan Pariwisata di Sleman

SENAM: Wisatawan turut mengikuti pembuatan flashmob di kawasan Tlogo Putri Kaliurang, belum lama ini. (ANTARA/JOGLO JOGJA )

SLEMAN, Joglo Jogja – Masyarakat dan pelaku pariwisata di Sleman sudah mulai menangkap peluang pengembangan destinasi wisata budaya dan minat khusus. Peluang itu dibuktikan dengan dibukanya destinasi baru.

“Wisata budaya dan wisata minat khusus saat ini sedang banyak digemari wisatawan. Peluang ini banyak ditangkap masyarakat dan pelaku wisata dengan mengembangkan destinasi wisata budaya dan minat khusus,” ucap Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Wasita, Senin (19/9).

Menurutnya, destinasi wisata budaya yang mulai dikembangkan masyarakat dan pelaku wisata di antaranya Tankaman, Nawang Jagad, Jejak Kolonial, Lorong Oksigen. “Kemudian ada juga Hargo Ecopark, Teras Kaliurang, Bukit Klangon, Teras Merapi dan lainnya,” katanya.

Baca juga:  Kekeringan Mulai Melanda DIY, Dua Kapanewon di Gunungkidul Minta Bantuan Air Bersih

Ia menyampaikan, selain itu potensi wisata religi di daerah ini juga akan terus dikembangkan di berbagai lokasi. Seperti destinasi Syeh Jumadil Qubro di Desa Wisata Turgo Purwobinangun Pakem. “Kemudian Makam Kyai Bagus Khasantuka di Sidoagung Godean dan beberapa masjid bersejarah yaitu Masjid Mlangi, Masjid Plosokuning, Masjid Sulthoni Wotgaleh,” bebernya.

Bahkan, lanjutnya, berbagai destinasi pariwisata yang ada saat ini juga mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan. Antara lain Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, Tebing Breksi (Shiva Plateau) di Kapanewon (Kecamatan) Prambanan. “Begitu pula banyak desa wisata saat ini sudah mulai menerima tamu untuk melakukan aktivitas tradisional yang ditawarkan oleh masing-masing desa wisata,” tambahnya.

Baca juga:  Wujudkan Kampung Wisata Bersih & Nyaman lewat CSR

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Ishadi Zayid menuturkan, dalam pentas seni di Tlogo Putri Kaliurang pekan lalu, wisatawan yang datang dari berbagai daerah terlihat bersemangat mengikuti gerakan flashmob. Upaya itu merupakan ajakan untuk mulai menggeliatkan aktivitas pascapandemi Covid-19.

Menurutnya, penyelenggaraan pentas seni dari Langit Sore, pada pekan kemarin dimaksudkan untuk memberikan tambahan atraksi bagi wisatawan yang datang ke objek wisata Kaliurang. “Sambutan positif datang dari wisatawan dari berbagai daerah dengan mengikuti flashmob yang mengawali pentas seni tersebut. Kemeriahan tersebut merupakan bukti nyata bahwa sektor pariwisata di Sleman sudah mulai bergerak dan bangkit kembali,” pungkasnya.(ara/ziz)