Sekolah Tanpa Perundungan dengan SODARA

PARTISIPAN: Para Satgas perdamaian beserta kepala sekolah saat melakukan foto bersama di salah satu ruang kelas SDIT Salsabila 3 Banguntapan Bantul, Kamis (17/11). (RIZKY ADRI KURNIADHANI / JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Salsabila 3 Banguntapan, Bantul membuat inovasi SODARA yang merupakan akronim dari Sekolah Damai Ramah Anak. Hali ini untuk mewujudkan sekolah yang terbebas dari perundungan atau bullying.

Kepala SDIT Salsabila 3 Banguntapan Pandi Kuswoyo mengatakan,  inovasi SODARA dibuat agar para murid lebih senang dan nyaman saat berada di sekolah. Dengan demikian, pembelajaran dapat berjalan lebih optimal.

Selamat Idulfitri 2024

“Kita sedang mencari orang tua murid untuk menjadi duta perdamaian di sini. Sekaligus mencari satgas perdamaian yang nantinya akan diambil dari para siswa setiap kelasnya. Untuk bisa menjadi pelopor perdamaian bagi kelasnya masing-masing,” terangnya, Kamis (17/11)

Baca juga:  Masyarakat Diminta Waspada Penyakit Pencernaan

Untuk menunjang SODARA, pihaknya membuat buku pantau kejadian, yaitu segala bentuk perspektif yang mengarah dan memicu terjadinya bullying. Karena sebisa mungkin akan diupayakan untuk dapat mencegah, bukan mengatasi saat kejadian

“Ini adalah cara kami, agar sekolah SDIT 3 Salsabila bisa mewujudkan terciptanya kondusivitas psikis anak dalam kegiatan belajar, sosial, dan emosi. Yang nantinya akan terbentuk di lingkungan yang baik dan bertumbuh kembang tanpa ada bullying,” ucapnya

Ke depan, rencananya akan ada buku pantau anak. yang nantinya para wali siswa bisa mencatat apa yang satgas perdamaian laporkan. Akan ada bimbingan juga dari pembimbing BK, supaya anak bisa diberikan arahan. Agar tidak melakukan kesalahan.

Baca juga:  Belum Merata, Pengembangan Wisata di Sleman Terus Dilakukan

“Dengan tidak adanya perundungan ini, kami mempunyai harapan besar. Ketika jiwa anak tumbuh sesuai fitrahnya, maka potensi anak akan bisa berkembang. Dengan begitu pertumbuhan anak menjadi bahagia, ceria, bersemangat, interaksi sosial bagus, dan bahwa anak bisa berkembang dengan baik,” imbuhnya (cr4/abd)