PATI, Joglo Jateng – Ratusan hektare lahan persawahan di Kabupaten Pati dinyatakan puso akibat terendam banjir beberapa hari lalu. Meski mengalami gagal panen, Dinas Pertanian (Dispertan) Pati menyebut belum ada bantuan bagi para petani itu.
Berdasarkan data Dispertan Pati hingga 1 sampai 5 Desember, luas lahan persawahan yang dinyatakan puso mencapai 652 hektare. Jumlah tersebut dari total 1.477 hektare area persawahan yang terdampak banjir.
Ratusan hektare lahan pertanian yang terkena puso tersebut meliputi 8 kecamatan. 18 hektare di Kecamatan Pati, 16 hekare di Margorejo, 166 hektare di Jakenan, 238 hektare di Gabus, 60 hektare di Kayen, 20 hektare di Juwana 131 hektare di Sukolilo, dan 3 hektare di Winong.
“Keseluruhan tanaman padi. Data ini kami peroleh dari petugas POPT. Dari 1.477 hektare yang terkena (dampak banjir), ada puso kurang lebih 652 hektare. Sekitar 40 persennya,” kata Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Dispertan Pati Kun Saptono, belum lama ini.
Meski ratusan hektare lahan pertanian dinyatakan puso, pihaknya menyebut tak memiliki anggaran untuk memberikan bantuan kepada para petani. Sehingga perlu melihat kondisi kedepannya untuk mengajukannya ke pemerintah provinsi maupun pusat.
“Dikarenakan di kabupaten tidak ada anggaran, kita tidak bisa menyediakan untuk bantuan. Kalau mengajukan (provinsi ataupun pusat) kita perlu melihat perkembangan terlebih dahulu. Karena posisi sekarang anggaran belum tersedia,” ungkapnya.
Dispertan juga tak bisa memastikan adanya bantuan. “Kami tidak bisa berpartisipasi sementara sebelum ada penyedian anggaran. Karena kami sifatnya hanya memfasilitasi saja, tidak berani menjanjikan. Sementara masih swadaya masyarakat yang terkena dampak itu,” tandasnya.
Sebagai tambahan informasi, secara kumolatif satu tahun, lahan persawahan di Kabupaten Pati yang terkena puso mencapai 1.282 hektare. Dari total 5.681 hektare lahan yang terdampak. (lut/fat)










