Beri Pelatihan Cara Sejahterakan ABK ke Orang Tua

Pelatihan Apresiasi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Anak yang dilaksanakan Tim Pengabdian Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui kerjasama dengan pihak Sekolah Luar Biasa (SLB) Mitra Ananda Colomadu, Karanganyar. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SURAKARTA, Joglo Jateng – Tim Pengabdian Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan pelatihan Apresiasi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Anak. Hal ini dilakukan, lantaran bukan perkara yang mudah bagi orang tua untuk siap dan mampu mengatasi dengan baik anak berkebutuhan khusus (ABK).

Pelatihan tersebut dilaksanakan melalui kerjasama dengan pihak Sekolah Luar Biasa (SLB) Mitra Ananda Colomadu, Karanganyar. Yang diikuti 40 orang tua dari wali murid, bertempat di Ruang Seminar lantai Mitra Ananda Center, Colomadu, Karanganyar.

Salah satu Tim Pengabdian, Pandhini Puspita Sari mengatakan, tujuan dari pengabdian ini adalah ingin memberikan kontribusi secara langsung kepada masyarakat. Dalam bentuk meningkatkan penerimaan diri pada orang tua, serta memberikan edukasi tentang bagaimana mengapresiasi anak berkebutuhan khusus.

“Pelatihan ini kami kemas secara role play, dengan materi yang reflektif menggunakan media buah apel. Kami memang mendesain pelatihan ini tidak seperti seminar, tetapi menekankan partisipatif dari peserta,” ucapnya.

Media buah apel yang digunakan dalam pelatihan tersebut, diberi nama Refleksi Bintang dalam Apel. Di mana peserta diajak merefleksikan secara filosofi yang terkandung ke dalam buah apel.

“Kami membawa tiga buah apel yang berbeda dari segi ukuran, warna dan kesegaran buah. Media ini kami ibaratkan sebagai anak, di mana setiap anak memiliki perbedaan seperti buah apel tersebut. Di sini ada persamaan dari berbagai perbedaan, buah apel ketika dibelah terdapat lambang bintang serta biji yang jika tanam dapat bertumbuh lagi, begitupun dengan anak berkebutuhan khusus. Meski berbeda dengan anak normal tetapi mereka adalah bintang yang mempunyai biji untuk tumbuh. Jika diasuh dengan baik maka anak tersebut dapat tumbuh dengan baik sesuai bakatnya,” jelasnya.

 

Sementara itu, salah satu Psikologi UMS yang konsen di bidang Psikologi Klinis dan Psikologi Indigenous, Dr. Nanik Prihartanti menyampaikan materinya, dalam diri setiap anak terdapat benih-benih potensi. Benih ini akan ikut menentukan masa depan anak.

“Inilah yang menjadikan setiap anak istimewa. Setiap anak juga memiliki bakat di dalam dirinya yang bila dididik oleh orangtua akan tumbuh besar menjadi manusia yang baik. Untuk itu orang tua bisa menjadi tanah yang subur bagi pertumbuhan anak-anaknya. Tanah yang subur sebagai lingkungan anak tumbuh besar bisa dilakukan oleh orang tua,” tuturnya.

Sedangkan Kepala SLB Mitra Ananda, Pardiyo mengapresiasi pelatihan yang dilakukan tersebut. Menurutnya, pelatihan semacam ini ikut serta membantu pihak sekolah untuk mengedukasi wali murid. Pasalnya, selama ini pihaknya telah berjuang untuk mendampingi anak, tetapi butuh kerjasama dengan orang tua.

“Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mengembangkan potensi. Sekolah hanya menjadi salah satu lingkungan anak-anak, lingkungan sebenarnya berada di rumah. Sehingga dibutuhkan sinergitas dengan orang tua agar anak dapat tumbuh dengan baik,” terangnya.

Terpisah, salah satu peserta pelatihan, Herni Karyaningrum menuturkan, edukasi semacam ini memang dibutuhkan. Terutama untuk menguatkan para orang tua ketika mengasuh anak-anak di rumah. “Karena pelatihan ini mampu memupuk semangat kami untuk mengasuh anak dengan baik dan memberikan motivasi kepada kami untuk terus menggali potensi dalam diri anak,” ujarnya.(sam/rds)