Marching Band Piala Raja Hamengkubuwono X akan Kembali Digelar

TERAMPIL: Salah satu peserta lomba street parade piala Hamengkubuwono Cup, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

YOGYAKARTA, Joglo Jogja – Kejuaraan Marching Band Piala Raja Hamengkubuwono X akan kembali digelar tahun ini. Panitia penyelenggara sudah mulai melakukan audiensi dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Senin (6/3).

Audiensi dipimpin oleh Ketua Umum Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) DIY Surya Wijaya. Tujuannya untuk memohon arahan sekaligus memaparkan rencana dan kesiapan yang telah dicapai saat ini. Panitia penyelenggara menyiapkan empat mata lomba yang pelaksanaannya akan berlangsung di dua venue berbeda.

Keempat mata lomba di ajang tahun ini meliputi street parade, yang akan menggunakan venue perlombaan di sepanjang Jalan Malioboro. Kemudian drum battle, display dan concert yang akan berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Among Raga.

“Untuk peserta, akan hadir dari berbagai daerah di Indonesia seperti tahun-tahun sebelumnya. Khusus untuk tahun ini, direncanakan akan diikuti juga peserta dari negara tetangga,” kata Surya Wijaya.

Ditargetkan acara itu akan diikuti sebanyak 70 tim. Setiap tim bisa berkekuatan 50 hingga 100 personil. Event itu diyakini akan memberi dampak positif pada perekonomian DIY melalui sektor pariwisata.

“Adanya dampak positif ini juga yang mendapat apresiasi dari Ngarsa Dalem. Karena tim dan keluarga dari peserta akan menempati beberapa hotel di DIY. Ini jelas dampak positif,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya menuturkan, kegiatan itu disambut positif dari Sri Sultan HB X. Pasalnya, kegiatan itu dapat menghidupkan gairah kompetisi olahraga drum band di Indonesia dan diharapkan mampu mendongkrak seluruh aspek positif di DIY baik ekonomi, pariwisata, maupun pendidikan.

“Tentunya ini sangat berkaitan, paling tidak dengan kunjungan wisata. Selama tiga hari itu, peserta akan tinggal di Yogyakarta. Paling tidak akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi akan menggiatkan geliat dari sisi pariwisata juga. Terpenting juga bisa menjadi promosi bagi pendidikan kita,” katanya.

Secara khusus, Ngraso Dalem juga memberikan dukungannya. Bahkan memberikan arahan terkait waktu penyelenggaraan dan persiapan, agar semua benar-benar matang diperhitungkan dengan matang karena melibatkan banyak orang.

“Kegiatan ini sebagai salah satu wujud kesiapan DIY menjadi tuan rumah sebuah acara besar. Selain itu, ajang ini juga bisa menjadi sarana penyiapan bibit-bibit untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) pada cabang olahraga drum band,” pungkasnya. (cr5/abd)