Bentuk Karakter Siswa lewat Pesantren Kilat

ANTUSIAS: Siswa MTs Negeri 6 Sleman saat mengikuti pesantren kilat, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

DALAM rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1443 H, MTs N 6 Sleman menggelar pesantren kilat (Sanlat). Diikuti seluruh siswa kelas 7,8, dan 9, Sanlat dikemas dengan berbagai kegiatan. Hal itu bertujuan untuk membentuk karakter siswa.

Kepala MTs N 6 Sleman Jazim Kholis mengatakan, Sanlat diselenggarakan di tiga Pondok Pesantren. Siswa kelas 7 di PP Fadlu Robbi Sidomoyo Godean, Kelas 8 di PP Annasath Mlangi, sementara Kelas 9 di PP Jamm’iyyatul Qurro Salam Muntilan.

“Kegiatan Sanlat diselenggarakan tanggal 1 sampai 2 April kemarin. Dengan diisi berbagai kegiatan untuk memperdalam dan memperkuat ilmu keagamaan bagi siswa,” katanya, belum lama ini.

Melalui kegiatan itu, siswa dilatih untuk mengoptimalkan amalan-amalan ibadah di bulan suci Ramadan. Hal itu juga sebagai upaya madrasah untuk membekali siswa dalam pembentukan karakter tanggung jawab, mandiri, dan disiplin.

“Harapannya nanti, anak-anak memiliki pribadi yang lebih baik lagi. Kami ingin membiasakan anak-anak untuk membaca Al Quran, salat malam, dan lainnya. Hal-hal positif itu yang nantinya membentuk karakter siswa ke arah lebih baik lagi,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Sanlat Miftachurohmah mengungkapkan, kegiatan tersebut adalah rangkaian dari kegiatan Standarisasi Akhlak Kecakapan Ubudiah Ramadhan (Sakura). Dengan kegiatan itu, siswa digadang-gadang mampu mengenal lebih dekat kegiatan di pondok pesantren. Terlebih dapat melakukan pendalaman tentang materi keagamaan.

“Khusus kegiatan hari ini (Selasa (4/4/23), red), lebih ke arah kontekstual. Jadi materi-materi yang disampaikan berisi tentang keagamaan dan seputar Ramadan,” tuturnya.

Semua kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk pembentukan karakter siswa. Karena selama kegiatan, mereka memperoleh materi berupa achievement motivation training (AMT), kedisiplinan, ubudiyah, salat, mudarasah Al Quran, dan pengajian.

Meskipun cukup singkat, lewat kegiatan pembentukan karakter tersebut, siswa diharapkan bisa mengamalkan ilmu yang didapat dari pesantren selama di MTs. Terlebih jika di sekolah jenjang berikutnya kelak, maupun ketika siswa sudah terjun dimasyarakat.

“Harapan kami, kegiatan yang sangat singkat ini bermanfaat untuk pribadi peserta didik, keluarga, maupun masyarakat umum,” pungkasnya. (cr5/abd)