Kemenag Kota Yogyakarta Bikin Pengamanan Ekstra untuk Jemaah Lansia

Jamaah calon haji asal Yogyakarta
ILUSTRASI: Jamaah calon haji asal Yogyakarta menunggu antrean pemeriksaan barang bawaan di asrama haji Donohudan Boyolali, beberapa waktu lalu. (ANTARA/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Kementrian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta sudah bersiap dengan berbagai kemungkinan terkait persiapan calon jemaah haji. Terutama bagi kelompok lansia di Yogyakarta yang membutuhkan perhatian ekstra. Kemenag menyebut, pihaknya berkolaborasi dengan berbagai pihak agar haji berjalan lancar.

Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta Nadhif mengatakan, pihaknya telah melakukan identifikasi jemaah. Ia sudah mengelompokkan daerah mana saja di Yogyakarta yang masuk kelompok lanjut usia.

“Kami telah melakukan identifikasi dan pemetaan dibantu Kementerian Kesehatan, termasuk Kemenkumham (Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia),” katanya saat diwawancarai Joglo Jogja, belum lama ini.

Dia menambahkan, Kemenag Yogyakarta berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), melakukan pelayanan sejak dini persiapan rutin sebagai upaya perlindungan. Petugas dari Kemenag dipersiapkan dan dilatih untuk memiliki kompetensi pendampingan Jemaah, dari berangkat hingga pulang.

“Di Tanah Suci juga kami siapkan baik dari Makkah, Mina, hingga Madinah. Hal tersebut untuk memantau. Sudah kami persiapkan sedemikian rupa,” terangnya.

Dirinya menyampaikan bahwa para jemaah telah diasuransikan baik segi kesehatan fisik dan jiwa. Termasuk jika nanti ada yang sakit, meninggal, ataupun kecelakaan di Tanah Suci.

“Saat ini pemerintah Indonesia dan Arab Saudi juga masih welcome. Tapi jika nanti ada kemungkinan kasus naik kita siap mengikuti,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kemenag Yogyakarta telah melakukan pelatihan khusus kepada petugas haji agar bisa mendampingi jemaah lansia. Selain itu, dari jemaah di Yogyakarta yang memiliki kemampuan ditunjuk untuk menjadi ketua regu yang terdiri dari 10 orang.

“Kami melalui struktur organisasi kloter dibawah komando ketua kloter diharapkan bisa membimbing yang lain,” ungkapnya.

Dirinya berharap agar jemaah yang lebih aktif mampu menjaga jemaah lainnya yang aktivitasnya terbatas. Sehingga tidak mementingkan diri sendiri dan bisa menjalankan haji hingga mabrur. (cr5/mg4)