Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DLH Ingatkan Bantul Bersih Sampah 2025

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih
MERAYAKAN: Bupati Bantul Abdul Halim Muslih (tengah) bersama para tamu undangan saat melakukan pelepas liaran burung endemik di Watu Gagak, Selasa (6/6/23). (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul memperingati Hari Keragaman Hayati dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Watu Gagak, Singosaren, Wukisari, Imogiri, Bantul, Selasa (6/6/23). Kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk membangkitkan kesadaran penyelamatan lingkungan serta menyukseskan Bantul Bersih Sampah (Bersama) 2025.

Kepala DLH Bantul Ari Budi Nugroho mengatakan, dalam mendukung visi untuk terwujudnya Bantul harmonis, sejahtera dan berkeadilan, pihaknya terus mengoptimalkan kualitas lingkungan hidup. Tujuannya untuk menciptakan Bantul yang bersih dan sehat.

“Tujuan dari kegiatan ini untuk membangkitkan kesadaran terhadap penyelamatan lingkungan. Dan mengajak serta mendorong kehidupan yang berkelanjutan selain itu untuk mendukung program strategis Bantul bersama 2025,” ungkapnya di Watu Gagak, Selasa (6/6/23).

Kegiatan itu memiliki dua tema. Untuk Hari Lingkungan Hidup Sedunia, temanya berfokus pada solusi polusi plastik. Sedangkan Hari Keaneka Ragaman Hayati mempunyai tema Berdamai dengan Alam, Solusi Perubahan Iklim dari Kita untuk Kita dan Alam.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati pada 5 Juni setiap tahunnya. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran tentang perlindungan lingkungan hidup dan konservasi sumber daya alam.

“Saat ini kita memasuki era dimana lingkungan hidup mulai terancam semunya. Ini karena ulah manusia sendiri yang tidak mampu mengolah lingkungan hidup ini dengan baik. Jika ini kita teruskan anak cucu kita menjadi korban di masa depan,” jelasnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk merubah budaya dalam membung sampah. Yakni dengan mengolah atau mendaur ulangnya, agar bisa dimanfaatkan kembali.

Pemerintah Bantul, kata dia, akan mengalokasikan dana pengolahan sampah sebesar Rp 50 juta untuk setiap pedukuhan. Tujuannya agar lingkungan masyarakat bisa bersih dari sampah. (cr4/mg4)