YOGYAKARTA, Joglo Jogja– Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut, ada beberapa SMA dan SMK negeri di wilayah kerjanya yang masih kekurangan siswa dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2023/2024. Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya mengatakan, rata-rata SMA yang masih kekurangan siswa dikarenakan lulusan SMP di daerah tersebut tidak banyak. Setidaknya tercatat, tiga SMA negeri yang masih kekurangan siswa.
“Ada tiga SMA yang belum penuh, SMA Samigaluh, SMA Kokap, sama SMA Rongkop sekarang. Itu karena lulusan SMP disana mungkin kurang. Kebetulan tempatnya juga di wilayah perbukitan. Sementara Rongkop berada diperbatasan,” ungkapnya, belum lama ini.
Pihaknya juga mengungkapakan, ada sekolah yang kekurangan siswa hingga dua kelas. Dijelaskan, berdasarkan zonasi, siswa diperbolehkan untuk memilih tiga sekolah yang ada di zonasinya.
Namun, kata Didik, kebanyakan siswa lebih memilih sekolah yang lokasinya tidak berada di perbukitan ataupun perbatasan. Hal ini juga menyebabkan beberapa sekolah menjadi kurang peminat, dan akhirnya kekurangan siswa.
“SMA Samigaluh lumayan banyak. Kurangnya 78 siswa. Itu artinya kekurangan mencapai dua kelas,” tuturnya.
Sedangkan, kekurangan siswa untuk SMK terjadi di beberapa jurusan. Didik mencontohkan seperti di SMK Tanjungsari yang peminatnya sedikit. Di SMK itu jurusan kelautan dikatakan kurang peminat.
“Di SMK lain ada juga beberapa. Tapi masing-masing jurusan ada kurang satu atau kurang dua siswa. Hal itu karena peminatnya kurang,” tegasnya.
Kendati demikian, pihaknya akan melakukan evaluasi agar sekolah-sekolah tersebut memiliki banyak peminat di PPDB tahun yang akan datang. Didik menjelaskan, pendaftar PPDB untuk SMA/SMK tahun 2023 ini di DIY mencapai 37.137 pendaftar. Sedangkan, yang mengambil token PPDB mencapai hampir 40 ribu.
Sementara itu, kapasitas siswa yang diterima di SMA dan SMK negeri di DIY hanya 32 ribu siswa. Artinya, sekitar tujuh ribu orang tidak dapat diterima di sekolah negeri.
“Tapi kita juga punya mitra yang menyelenggarakan pendidikan, itu sekolah swasta. Lulusan kita ada 55 ribuan yang SMP, itu kan ada juga yang kemudian memilih madrasah yang diselenggarakan Kemenag. Kemudian ada yang meneruskan di pesantren, mereka kemudian tidak mendaftar atau memilih (SMKA/SMK negeri, Red.),” paparnya.
Selain itu, pihaknya juga telah berupaya untuk melaksanakan pengisian tahapan bangku kosong di sekolah-sekolah. Proses itu masuk ke dalam rangkaian PPDB yang dilakukan sejak 3 hingga 4 Juli kemarin. Menurutnya, tahapan pengisian kursi kosong ini dilakukan untuk mengoptimalkan rombongan belajar di tiap-tiap sekolah.
“Persyaratan yang mengisi tersebut adalah siswa yang pernah ikut mendaftar PPDB. Kemudian yang kedua belum mendapatkan sekolah,” demikian kata Didik. (bam/mg4)










