PEMALANG, Joglo Jateng – Mencegah maraknya kasus perundungan atau bullying di sekolah, MAN Pemalang membentuk program madrasah ramah anak (MRA) untuk sosialisasikan bahaya dan dampaknya. Dalam program tersebut, selain mengajak seluruh warga sekolah untuk penanganan, MAN Pemalang juga mengajak pemerintah daerah dalam penanganannya.
Kepala MAN Pemalang Ahmad Najid melalui Ketua Program Rofiqoh menjelaskan, program ini dilakukan untuk mewujudkan kondisi madrasah yang bersih, aman, ramah, indah, inklusi, sehat, asri dan nyaman (BARIISAN). Dalam rangka menjamin anak dari kekerasan dan perilaku-perilaku negatif lainnya.
“Pembentukan tim ini dibentuk dengan dukungan bapak Kepala MAN, melihat perkembangan teknologi sekarang para pelajar yang masih dalam masa peralihan remaja ke dewasa ini perlu pembimbingan. Sehingga kita bentuk untuk mencegah terjadinya kasus perundungan di lingkungan madrasah atau sekokah,” ucapnya.
Dalam pendekatannya terutama kepada siswa, pihaknya memberikan edukasi serta sosialisasi yang menekankan pada pembentukan karakter siswa. Semuanya diberikan dengan mengutamakan pendidikan akhlak, sehingga mereka memahami akan keburukan serta kebaikan dari perilakunya dan memahami konsekuensi yang akan ditimbulkan.
Pihaknya mengajak kerja sama pemerintah daerah (pemda), dalam hal ini Dinas Sosial (Dinsos) untuk memberikan materi pencegahan perundungan di sekolah. Karena meskipun belum ada catatan kasus perundungan di MAN pada 2023 ini, MAN tetap berkomitmen untuk tetap aktif dalam penanganannya. (fan/abd)










