Cegah Human Trafficking, Masyarakat Diberi Edukasi

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo
PAPARAN : Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat memberika sambutan dalam Talkshow Pencegahan TPPO, beberapa waktu lalu. (HUMAS/ JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggandeng Kapolresta Sleman menggelar Talkshow Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) untuk masyarakat. Hal itu, untuk menyosialisasikan langkah preventif TPPO kepada warga.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan, Pemkab Sleman mendukung segala upaya pencegahan dan penanganan tindak pidana salah satunya TPPO atau Human Trafficking. Menurutnya, perlu upaya kolaborasi dari tingkat pemerintah dan kepolisian maupun lingkup keluarga untuk memberikan pengetahuan kepada anggota keluarganya, agar waspada terhadap perdagangan orang.

“Masyarakat harus berhati-hati dan aware terhadap TPPO,” katanya.

Kustini mengimbau masyarakat yang hendak menjadi TKI memastikan terlebih dahulu legal tidaknya penyalur kerja yang memberangkatkan. “Salah satu contohnya ketika akan mencari pekerjaan sebagai TKI misalnya harus diperhatikan penyalur kerja yang resmi dan memiliki dokumen pendukung yang lengkap,” imbuhnya.

Adanya sosialisasi itu, diharapkan masyarakat memiliki wawasan terhadap segala bentuk dan ciri-ciri dari TPPO. Tak hanya itu, masyarakat dapat saling menjaga satu sama lain untuk mengantisipasi dan mencegah perdagangan orang di Kabupaten Sleman.

Sementara itu, Kapolresta Sleman Kombes Pol Yuswanto Ardi menerangkan, TPPO adalah tindak kejahatan yang harus diberantas. Dalam kegiatan itu, disosialisasikan langkah-langkah preventif untuk mencegah perdagangan orang di sekitar kita.

“Tugas masyarakat adalah menciptakan kondisi kondusif dengan memberikan informasi dan wawasan kepada orang yang rentan menjadi korban TPPO yakni pencari kerja maupun TKI agar lebih waspada tentunya,” terangnya. (bam)