BNNP DIY: Pengguna Psikotropika Didominasi Remaja Usia SMA

Kasi Intelejen Bidang Pemberantasan BNNP DIY, Dian Bimo
Kasi Intelejen Bidang Pemberantasan BNNP DIY, Dian Bimo. (ADIT BAMBANG SETYAWAN/JOGLO JOGJA)

YOGYAKARTA, Joglo Jogja – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut, pengguna zat psikotropika didominasi anak usia SMA. Bahkan pada bulan ini, pihak BNNP DIY tengah menangani empat kasus dengan total tujuh anak yang terlibat.

Kasi Intelejen Bidang Pemberantasan BNNP DIY Dian Bimo mengatakan, pihaknya saat ini telah menangani beberapa kasus. Sebanyak tujuh remaja di wilayah DIY telah diamankan.

“Setidaknya, di bulan ini ada tujuh anak yang kemarin kami amankan,” katanya, belum lama ini.

Bimo mengungkapkan, saat ini di Yogyakarta sendiri masuk dalam lima besar pecandu narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif berbahaya lainnya (narkoba) di Indonesia. Dari zat tersebut, yang paling banyak ditemui adalah pengguna psikotropika.

Baca juga:  Gus Yahya Tegaskan Sikap PBNU Netral

“Saya banyak menemui kasus kalau anak-anak ini memakai resep. Jadi mereka berobat dan menebus obatnya di apotek,” bebernya.

Ia menambahkan, selama ini, anak-anak yang terjangkit kasus klithih dan suka berkelahi di jalan, pasti positif pengguna zat psikotropika. Menurutnya, anak-anak yang menggunakan psikotropika disebabkan oleh pergaulan dan kurangnya pengawasan dari orang tua.

Untuk penanganannya, lanjut Bimo, BNNP akan bekerja sama dengan pihak yang berwajib dan dinas terkait. Selain pihaknya juga akan terjun langsung untuk mengatasi hal itu.

“Sekarang ini, sudah ada wacana. Pihak kami kedepan mempunyai kewanangan untuk langsung terjun menangani persoalan itu,” terangnya.

Baca juga:  Dinkes Sleman Temukan 56 Kasus DBD, Warga Diminta Waspada

Terpisah, menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Didik Wardaya mengaku akan mengantisipasi hal tersebut. Salah satu upayanya adalah dengan melakukan sosialisasi anti-narkoba ke sekolah-sekolah.

Bahkan, kata dia, langkah itu telah ditempuh melalui kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Tepatnya di berbagai sekolah yang sudah telah melewati MPLS sepekan lalu.

“Sebenarnya tidak hanya narkoba. Bahkan semua bentuk kenalakan lain yang sering dilakukan oleh remaja juga akan kami tangani,” pungkasnya. (bam/mg4)