Pati  

Pengurus TP PKK Pati Diberikan Pembekalan Penanganan ODGJ

Pj Ketua TP-PKK Kabupaten Pati, Faisa Mukti Henggar
SUASANA: Pj Ketua TP-PKK Kabupaten Pati, Faisa Mukti Henggar memberikan pembekalan kepada sejumlah anggota TP-PPK di ruang Pragola Setda Pati, Kamis (27/7/23). (HUMAS/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Pati menggelar pertemuan dan pembekalan kepada sejumlah anggotanya di ruang Pragola Setda Pati, Kamis (27/7/23). Acara ini dibuka langsung oleh Penjabat Bupati Pati Henggar Budi Anggoro.

Pertemuan ini membahas sejumlah peran PKK di masyarakat. Salah satu tentang edukasi kepada masyarakat yang anggota keluarganya menderita gangguan jiwa.

Henggar menyambut baik dengan diadakannya kegiatan pembekalan ini. Di mana acara itu diikuti oleh peserta yang terdiri dari pengurus TP-PKK kabupaten maupun kecamatan.

“Dengan adanya pembekalan serta edukasi ini, tentunya bapak ibu semua nanti akan banyak mendapatkan ilmu tambahan. Sehingga bisa mengedukasi masyarakat yang kebetulan ada anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa,” ungkap Henggar, Kamis (27/7/23)

Menurutnya, upaya kesehatan jiwa perlu diselenggarakan secara terintegrasi, komprehensif, dan berkesinambungan. Yakni baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat.

“Kota semua yang berada di pemerintah daerah, termasuk ibu-ibu yang berada di Tim Penggerak PKK kabupaten, kecamatan, ini kita mempunyai tanggung jawab secara langsung. Yang kaitanya edukasi kepada masyarakat-masyarakat kita yang berada di lingkungan bapak ibu sekalian,” imbuh dia.

Dalam kesempatan itu, Pj Ketua TP-PKK Kabupaten Pati, Faisa Mukti Henggar memaparkan sejumlah peran PKK dalam memberikan edukasi bagi keluarga yang anggotanya terdapat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Sehingga pembekalan dan edukasi tersebut diharapkan dapat menambah ilmu serta lebih responsif dan siap sedia dalam menangani ODGJ.

“Ibu-ibu yang rawuh disini, kalau ada keluarganya yang ODGJ bisa dipetakan. Ini masuk kategori yang mana. Apakah pernah jatuh, turunan, atau memang itu depresi,” paparnya.

Menurutnya, dalam menangani ODGJ jangan sampai dilakukan tindakan yang menyakiti baik fisik ataupun mental. Hal itu disebutnya dapat memperparah kondisi gangguan kejiwaan.

“Kita sering lihat di media-media itu banyak sekali ODGJ hingga dipasung. Karena kalau sampai ODGJ berkeliaran ini keluarga malu, jadi dipasung. Padahal dengan dipasung itu tidak akan membuat kesembuhan pada ODGJ, tapi malah bisa memperparahnya,” beber dia.

Ia pun mengajak kepada seluruh masyarakat yang keluarganya terdapat ODGJ agar memberikan dukungan. Di antaranya dengan cara mengajak berinteraksi dengan lingkungan. Seperti memberikan bantuan dalam beberapa aktivitas yang positif serta tidak menilai dengan kata-kata yang negatif. (lut/fat)