KKN-T UAA Yogyakarta Lakukan Penyuluhan Isi Piringku

mahasiswa KKN-T UAA Yogyakarta
PENYULUHAN: Salah satu mahasiswa KKN-T UAA Yogyakarta tengah terjun ke masyarakat Kelurahan Limbangan Kulon, Kecamatan Brebes, Brebes, dalam melakukan penyuluhan pencegahan stunting. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Universitas Alma Ata (UAA) Yogyakarta, menerjunkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) ke beberapa kelurahan yang ada di Kabupaten Brebes, untuk membantu pencegahan stunting. Salah satunya adalah Kelurahan Limbangan Kulon, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Mahasiswa KKN-T UAA membantu Pondok Bersalin Desa (Polindes) utnuk menyelenggarakan posyandu balita dan stimulasi, deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK). Yang dilaksanakan di RW 03 Kelurahan Limbangan Kulon, Selasa (8/8).

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-T UAA Yogyakarta Yanuar Wicaksono mengatakan, disela-sela posyandu tersebut, mereka melakukan penyuluhan tentang Upaya Pencegahan Stunting dengan Mengkonsumsi Gizi Seimbang. Dengan menjelaskan pedoma isi piringku kepada beberapa ibu beserta balitanya.

“Secara definisi stunting adalah kekurangan gizi kronik pada anak balita yang terjadi dalam jangka waktu lama. Salah satu upaya pemerintah dalam pencegahannya dengan mengkampanyekan program isi piringku, pedoman untuk mengkonsumsi gizi seimbang dalam satu piring sekali makan berisi makanan pokok, lauk, sayur dan buah,” ucapnya.

Pihaknya melanjutkan, pedoman itu dibagikan dalam bentuk leaflet dan diberikan contoh alat peraga. Selain menjelaskan isi piringku, mahasiswa juga mengimbau untuk menjalankan perilaku hidup sehat, seperti minum air cukup, mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, olahraga minimal 30 menit dan mengurangi konsumsi gula dan garam.

“Selanjutnya, dari beberapa ibu dan balita itu, tim mahasiswa KKN-T meminta satu dari mereka untuk menjadi responden di monitoring setiap pekannya. Dengan memberikan makanan yang sesuai pedoman, dan dilakukan setiap senin selama empat pekan,” tuturnya.

Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan dapat memberi wawasan pemenuhan gizi yang seimbang dan cara menjalani pola hidup sehat. Lantaran, telah mengkampanyekan pola makan sehat dalam program isi piringku kepada masyarakat Kelurahan Limbangan Kulon.

“Tidak perlu menunggu ada kejadian stunting terlebih dahulu, namun mendorong perilaku preventif dan protektif kesehatan lebih utama,” pungkasnya.(sam)