Mahasiswa KKN-T Alma Ata Kuatkan Ekonomi untuk Cegah Stunting

Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Alma Ata (UAA) Yogyakarta 2023
SOSIALISASI: Mahasiswa KKN-T UAA Yogyakarta saat melakukan sosialisasi penguatan ekonomi untuk cegah stunting di Kelurahan Sawitan, Kecamatan Mungkid, Magelang, Kamis (3/8). (HUMAS/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Pemerintah gencar-gencarnya menggalakkan program penurunan stunting. Dari data Kementerian Kesehatan, tercatat angka di Indonesia masih tinggi, yakni mencapai 24,4 persen.

Dengan demikian, program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Alma Ata (UAA) Yogyakarta 2023 kali ini mengangkat tema Pengembangan Potensi Daerah dalam Penurunan Angka Stunting di Jawa Tengah.

Rektor UAA Yogyakarta Prof. Hamam Hadi mengatakan, tema ini dapat dijalankan dengan baik oleh mahasiswa KKN-T secara langsung maupun tidak langsung. “Supaya dapat membantu desa atau kelurahan dalam menangani stunting, yang sekarang masih menjadi polemik,” ucapnya, Kamis (25/07) lalu.

Kelompok 19 mahasiswa KKN-T UAA Yogyakarta termotivasi menggagas program unggulannya, yakni pelatihan dan pendampingan UMKM di Kelurahan Sawitan, Kecamatan Mungkid, Kabupatèn Magelang. Melalui proposal kegiatan KKN 2023 kali ini.

Baca juga:  Mainan Jadul Tetap Jadi Primadona

Sedangkan, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-T UAA Yogyakarta Avrillaila Akbar Harahap menyampaikan, sebelum mengerjakan programnya, kelompok 19 melakukan observasi terlebih dahulu. Dengan mewawancarai pemerintah kelurahan setempat dan langsung ke pelaku UMKM di Kelurahan Sawitan.

“Ada tiga rangkaian pada pelatihan dan pendampingan UMKM. Yakni pendataan sosialisasi yang meliputi digitalisasi, legalitas usaha, literasi keuangan dan pendampingan pengembangan. Adapun dalam pendataan UMKM, dilakukan oleh mahasiswa sejak 11-14 Agustus lalu. Dengan tujuan survei identifikasi masalah dan updating data pelaku usaha di Kelurahan Sawitan,” tuturnya.

Baca juga:  Gerebek Sampah dan Deklarasi Organikkan Jogja: Upaya DLH Yogyakarta Tekan Permasalahan Sampah

Sementara itu, Lurah Sawitan, Ilkhanudin menjelaskan, ada banyak UMKM di Kelurahan Sawitan. Namun belum pasti jumlahnya ada berapa. “Karena tidak memiliki jumlah data pasti seluruh pelaku UMKM yang ada,” terangnya.

Adapun indikator pendataan terdiri dari data umum meliputi pribadi pelaku umkm berdasarkan kependudukannya, data usaha meliputi informasi usaha. Kemudian, data pengelolaan usaha meliputi ketersediaan pembukuan, pemisahan modal dengan uang pribadi, dan pemasaran baik online atau offline. Serta, data kelengkapan legalitas usaha meliputi NIB dan sertifikasi halal.

Berdasarkan hasilnya, ada 131 pelaku usaha yang aktif di Kelurahan Sawitan. Dengan jumlah UMKM yang telah memanfaatkan digital market 47 persen, tingkat pemahaman literasi keuangan 18 persen, dan tingkat usaha yang memiliki legalitas hanya 5 persen.

Baca juga:  KADIN DIY Soroti Ancaman Resesi Ekonomi 2025

Menurut Ketua Kelompok 19 KKN-T UAA Yogyakarta Abid Sabita menerangkan, dari undangan 20 orang, mereka sangat antusias dalam mengikuti sosialisasi hingga selesai. “Harapannya, adanya program ini UMKM yang dijalankan oleh masyarakat Kelurahan Sawitan bisa lebih berkembang. Serta, mampu meningkatkan taraf ekonomi keluarga masing-masing,” ujarnya.

Salah satu pelaku UMKM meja belajar portabel, Siti Mutijah menuturkan, dilakukan pendampingan pengembangan dari 31 Juli sampai 3 Agustus. “Saya sangat bersyukur bisa dibantu. Karena sebelum ada adik-adik, saya sering didorong oleh tetangga dan para mitra dagang untuk membuat NIB, tapi saya tidak tahu bagaimana caranya,” paparnya.(sam)