BANTUL, Joglo Jogja – Retribusi pariwisata di Kabupaten Bantul diperkirakan masih mengalami kesulitan untuk pulih sepenuhnya seperti sebelum pandemi. Diperkirakan hingga akhir tahun ini, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata hanya akan mencapai sekitar Rp 25-26 miliar.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menjelaskan, angka tersebut berada jauh di bawah target tahunan sebesar Rp 50 miliar. Serta, angka tersebut hampir sebanding dengan pencapaian tahun sebelumnya.
“Hal ini diakibatkan sejumlah faktor berdampak belum pulihnya retribusi pariwisata. Salah satunya, menurunnya minat wisata yang sebelumnya menjadi prioritas,” ungkapnya.
Selain itu, faktor ekonomi berperan penting dalam situasi ini, terutama setelah kenaikan harga BBM yang berdampak pada sektor pariwisata. “Tingkat hunian hotel juga belum mencapai yang diharapkan, bahkan masih jauh dari level normalnya. Tapi, paling mendasar minat masyarakat yang sudah tidak memprioritaskan perjalanan wisata,” imbuhnya.
Menurutnya, sebelumnya banyak masyarakat yang mudik bersama keluarga sambil berwisata. Namun, sekarang ini tergantung pada ketersediaan uang saku pada masyarakat masing-masing.
“Sehingga, faktor ekonomi yang belum pulih menjadi penyebab perubahan ini. Terlebih, target PAD yang ada kurang realistis sebenarnya. Apalagi dalam masa pengembalian yang masih kurang realistis dan perekonomian kurang stabil ini,” pungkasnya.(cr11/sam)










