BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul memastikan hingga akhir tahun ini, Bantul telah terbebas dari indikasi adanya kasus antraks. Hal ini terpantau melalui pengawasan ketat hewan ternak yang dilakukan.
Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo menegaskan, hingga saat ini, Bantul tidak memiliki kasus antraks. Dengan demikian, berharap agar wilayah tersebut tetap terhindar dari penyakit ini.
“Harapannya, kasus antraks yang terdeteksi di luar wilayah tidak memberikan dampak negatif terhadap kesehatan hewan di Bantul. Hal ini dikarenakan banyaknya sektor industri masyarakat dalam usaha ternak dan kuliner,” ungkapnya.
Pihaknya menambahkan, Bantul memiliki lebih dari 30 jagal hewan yang setiap hari bekerja memotong ternak untuk didistribusikan ke wilayah Kota Yogyakarta. Selain itu, juga mendominasi kuliner dari olahan ternak seperti kambing, domba, sapi dan kerbau.
“Ratusan pelaku kuliner olahan hewan ternak, termasuk sate klatak, juga berkontribusi dalam perekonomian Bantul. Oleh karena itu, potensi serangan antraks terhadap ternak, baik dalam skala besar maupun kecil, dapat menimbulkan masalah ekonomi,” imbuhnya.
Lebih lanjut, pihaknya senantiasa melakukan pengawasan ketat terhadap hewan ternak melalui petugas kesehatan hewan. Dengan harapan seluruh pencatatan keluar masuk ternak dapat terdata dengan baik.
“Terdapat sekitar 10 titik poskeswan yang tersebar di seluruh kecamatan. Setiap poskeswan terdapat dokter hewan yang memeriksa kondisi kesehatan ternak dan melakukan pemberian disinfektan,” tandasnya.(cr11/sam)










