HIDDEN gem (permata tersembunyi) Kabupaten Jepara, destinasi wisata berkonsep glamping sedikit demi sedikit mulai menarik wisatawan. Di sana menyimpan panorama alam, baik sawah, gunung dan juga danau.
Nama destinasi wisata Glamping perlahan kian populer di masyarakat, seiring perkembangan industri pariwisata. Lokasinya pun terus berkembang hingga pelosok desa. Suasana sejuk dan dingin menjadi incaran bagi mereka yang kangen suasana pegunungan.
Glamping sendiri merupakan akronim dari kata glamorous camping, yakni tempat berkemah yang tersaji secara modern. Berkemah namun dilengkapi dengan berbagai fasilitas dasar rumah.
Artinya, glamping ini adalah wisata di alam terbuka layaknya berkemah. Namun ditunjang dengan fasilitas lebih lengkap seperti kasur, bantal, selimut, hingga makanan. Sudah barang tentu, tergantung dengan paket yang diambil.
Adapun lokasi destinasi wisata berkonsep glamping berada di Sumanding Hills, Desa Sumanding, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Di sana, wisatawan baik lokal maupun mancanegara dapat refreshing dari hiruk pikuk perkotaan.
Sebab kawasan ini berada di lereng pegunungan Muria. Memiliki nuansa pegunungan yang hijau, sejuk dan indah. Sisi kanan dan kiri dikelilingi pohon pinus yang menjulang tinggi. Lazimnya, menjelang akhir pekan, wisata dengan konsep alam ini ramai akan pengunjung.
Konsep glamping di Sumanding Hills ini, para wisatawan tidak perlu menyiapkan perlengkapan memasak, karena di sana siap dengan tenda masing-masing laiknya hotel. Sehingga wisatawan seperti tinggal di rumah sendiri.
Salah seorang pengunjung asal Kabupaten Pati, Ayuk (37) mengaku sengaja datang ke Glamping Sumanding Hills. Karena cocok dengan wisata keluarga, jadi mengajak anak-anak untuk menikmati alam.
“Selain bisa mengedukasi anak-anak terhadap lingkungan, juga untuk meminimalisir anak bermain gadget,” papar Ayuk kepada Joglo Jateng, belum lama ini.
Selain menikmati suasana alam, di sini Ayuk bermaksud untuk relaksasi dengan menghirup segarnya udara pegunungan Muria. Hutan yang lebat disertai suhu yang dingin, hajat relaksasi kian khusyuk bagi dia.
Sementara itu, ihwal biaya atau retribusi tiket masuk tergolong murah. Wisatawan cukup membayar Rp 35 ribu.
“Murah sekali, cukup Rp. 35 ribu kita bisa berwisata menikmati suasana pegunungan dengan fasilitas yang cukup nyaman,” pungkasnya. (map/adf)










