Pemkab Sleman Kirim 30 Ton Olahan Sampah ke Cilacap

MENGELOLA: Para petugas bersama-sama mengolah sampah menggunakan mesin di TPST Tamanmartani, Kalasan Sleman, belum lama ini. (ADIT BAMBANG SETYAWAN/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman akan mengirim Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif atau keripik sampah, dari TPST Tamanmartani ke PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) pabrik Cilacap, Selasa (23/1) mendatang. Dengan jumlah pengiriman perdana RDF tersebut seberat 30 ton.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Ephipana Kristiyani mengatakan, pengiriman itu dilakukan sebagai upaya menindaklanjuti arahan Gubernur DIY, agar permasalahan sampah bisa dikelola di masing-masing daerah.

“Pengiriman keripik sampah ini terdiri dari RDF organik dan anorganik yang beratnya masing-masing 15 ton. Pertama 30 ton. Ke depannya produksi keripik sampah akan terus digenjot. Sebab nantinya TPST Minggir juga bisa menghasilkan produk yang sama,” ungkapnya.

Baca juga:  Tingkatkan Kualitas, 40 Usaha Dilakukan Pengawasan Perizinan

Pihaknya menekankan, keripik sampah yang dihasilkan harus memenuhi kriteria dari perusahaan penerima. Contohnya kadar airnya tidak lebih dari 20 persen, serta dipastikan memiliki kalori 3.200 per kilonya.

“Akan terus kami komunikasikan dengan PT SBI terkait kuota pengiriman keripik sampah ini. Yang jelas kami harus memastikan yang dihasilkan sesuai dengan kriteria perusahaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT SBI, Lilik Unggul Raharjo menyampaikan, sudah ada kerja sama dengan Pemkab Sleman yang ditandatangani November 2023 lalu. Yakni memasok  bahan bakar pengganti batu bara yang bersumber dari pengolahan sampah. “Dalam operasionalnya, kami menekankan pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.

Baca juga:  UMY Ingin Mahasiswa Jeli dalam Berpikir

Menurutnya, bahan bakar dari keripik sampah ini juga dinilai lebih efisien. Pasalnya, pemanfaatan dapat mengurangi karbon dioksida (Co2) sebesar 30 persen dibandingkan penggunaan batu bara.

“Untuk bahan baku RDF kami sudah mengambil dari Kabupaten Banyumas sebanyak 80 ton per hari. Kami berharap dari Sleman nantinya bisa memasok 70-100 ton per harinya,” tutupnya.(bam/sam)