19 Ribu Anak Kurang Mampu Terima Bantuan Pendidikan

Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Jateng, Kustrisaptono
Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Jateng, Kustrisaptono. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah terus berupaya mencegah adanya anak putus sekolah dengan memberikan bantuan langsung. Hingga kini ada lebih dari 19 ribu anak kurang mampu menerima bantuan tersebut.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Jateng Kustrisaptono mengatakan, ada beberapa program yang terus digencarkan untuk membantu siswa tidak mampu yang ada di Jateng. Antara lain Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ). Selain itu, pembebasan biaya atau sekolah gratis untuk SMA/SMK Negeri.

“Kalau anak tidak mampu pasti kita bantu. Bantuannya ada BSM, kemudian sekolah ini kan gratis semua tidak ada biaya apapun,” katanya pada Joglo Jateng, belum lama ini.

Baca juga:  21 Peserta Siap Ikuti Pemilihan Duta Baca Kota Semarang

“Jika anak untuk kebutuhan transportnya kesulitan, kita ada bantuan dari UPZ yang kita dapat dari zakatnya guru-guru itu ada,” imbuhnya.

Kustrisaptono mengeklaim sudah ada 19 ribu anak yang menerima bantuan tersebut. Dengan rincian 15 ribu anak penerima BSM dengan nominal Rp 1 juta pertahun. Serta sebanyak 4.100 anak penerima UPZ.

“Yang sudah dibantu rutin melalui bantuan siswa miskin itu 15 ribu anak se-Jateng, setiap tahunnya satu juta, dan bantuan kedua adalah melalui dana UPZ ada 4100 anak. Jadi kisarannya ada 19.100 anak sudah dibantu untuk penanganan kemiskinan ini angka yang pakem belum yang sporadis oleh sekolah sendiri, tapi itu dari Disdikbud,” bebernya.

Baca juga:  Puluhan Sapi di RPH Kota Semarang Masih Antre Disembelih

Selain memberi bantuan berupa uang, Didikbud Jateng juga memberikan bantuan berupa seragam gratis. Bantuan ini diperuntukan bagi siswa tidak mampu yang baru masuk di kelas 10 SMA/SMK di awal semester.

“Seragam juga kita bantu, semua anak kelas 10 yang tidak punya (kategori miskin) sudah dibagi di bulan oktober atau november kemarin anak kelas 10 sudah mendapatkan seragam baru,” tandasnya.

Pihaknya berharap melalui program bantuan-bantuan yang diberikan ini mampu mengantar Jateng mencetuskan generasi emas untuk kemajuan bangsa dan negara. (luk/gih)