Banjir, Pelajar di Jateng Sekolah Daring

SIMBOLIS : Penyerahan bantuan kepada sekolah yang terdampak banjir oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah, Kamis (15/2/2024). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Sejumlah pelajar sekolah di Provinsi Jawa Tengah melakukan pembelajaran daring karena terdampak banjir. Tercatat ada sebanyak lebih 106 sekolah terdampak banjir di Grobogan dan Demak.

Adapun dengan rincian, 22 sekolah yang terkena banjir di Grobogan, terdiri dari 9 SMA, 12 SMK, dan 1 SLB. Sementara, di Demak ada 2 SMA yang terkena banjir dan 82 sekolah jenjang SD dan SMP juga kena imbas banjir.

Selamat Idulfitri 2024

Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Jateng Kustrisaptono mengatakan, banjir di Grobogan yang terjadi pada Selasa (6/2) hingga Kamis (8/2) lalu mengakibatkan sejumlah sekolah terkena imbas. Sehingga proses belajar mengajar tidak bisa berjalan normal.

“Di Grobogan yang terdampak ada, SMA-nya 9, SMK-nya 12, SLB-nya 1. Alhamdulillah ini sudah surut semua sedang kita lacak sekolah-sekolah kondisinya seperti apa yang terdampak,” jelas Kustri saat dikonfirmasi, Kamis (15/2/24).

Baca juga:  DPU Kota Semarang Gencarkan Penambalan di Sejumlah Titik Jalan

Ia menambahkan, setiap sekolah telah menerapkan satuan pendidikan aman bencana (SPAB). Tujuanya agar sekolah lebih tanggap bencana. Salah satunya dengan menempatkan lab komputer di lantai atas, sehingga kerugian bisa diminimalisir.

“Alhamdulillah sekolah-sekolah sudah melaksanakan satuan pendidikan aman bencana ya. Sehingga yang terdampak (banjir) kerusakannya bisa diminimalisasi,” ucapnya.

Lebih lanjut Disdikbud Jateng juga telah memberikan bantuan kepada sekolah-sekolah yang terdampak banjir. Di antaranya SMA N 1 Godong yang rusak pada pagar sekolanya, lalu SMA N 1 Toroh kerusakan ada pada lab IPA, dan SMA N 1 Purwodadi terdampak di 6 ruang kelas dan mushola.

Bantuan tersebut diperoleh dari dana Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan dana lainnya. Kepala Disdikbud Jateng Uswatun Hasanah dan jajarannya melakukan pemantaun memberikan bantuan secara langsung. Bantuan selanjutnya akan diserahkan secara bertahap. Karena, bukan hanya sekolah yang terkena banjir melainkan juga rumah para siswa.

Baca juga:  Wali Kota Semarang Beri Apresiasi Petugas Lapangan yang tak Libur saat Lebaran

“Karena kita bergerak cepat sementara baru tiga sekolah yang diberikan melalui dana UPZ. Tadi juga ada bantuan 50 tas dan ATK baru kita bagikan. Nanti tahapan berikutnya ada lagi untuk anak-anak,” tegas Kustrisaptono.

Ia mengaku untuk sementara waktu pembelajaran dilakukan secara daring dengan memberikan penugasan pada siswa. Kendati demikian mulai Kamis (15/2), sejumlah sekolah ada yang sudah normal kembali secara tatap muka.

“Memang kemarin selama banjir kita menggunakan pembelajaran secara daring tetapi sekarang sudah berjalan normal,” akunya.

Terpisah Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II, Haris Wahyudi mengatakan ada dua SMA yang terdampak dari banjir yang terjadi di Demak. Di antaranya SMA N 1 Karanganyar dan SMA N 1 Mijen. Yang paling parah adalah SMA Karanganyar dengan tingkat ketinggian air bahkan hampir dua meter.

Baca juga:  DPRD Kota Semarang Minta Disdik Teliti saat Lakukan Asesmen Kategori Siswa Pendaftar Inklusi

“Yang terdampak di Demak tingkat SMA/SMK ada 2 sekolah. Yang satu SMA N 1 Karanganyar dari hari Kamis kemarin (8/2) sampai hari ini (Kamis,15/2) masih terendam air. Dulu sampai hampir 2 meter, sekarang tinggal setengah meteran saja sudah agak surut,” jelas Haris.

Sedangkan SMA N 1 Mijen baru terdampak selama dua hari dan kondisinya sudah surut. Sementara untuk tingkat SD dan SMP ada 82 sekolah yang terkena banjir. “SMA hanya 2 kalau SD sama SMP ada 82,” tandasnya. (luk/gih)