SEMARANG, Joglo Jateng – Sebanyak 29 sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah terdampak banjir. Akibatnya pembelajaran pun dialihkan secara online atau daring.
Berdasarkan data dari Disdikbud Jateng, sembilan sekolah di antaranya berada di Kota Semarang. Yakni SMKN 1 Semarang, SMK N 6 Semarang, SMK N 9 Semarang, SMK N 10 Semarang, SMK pandanaran, SMA N 10 Semarang, SMA N 11 Semarang, SMA Loyola, dan SLB N Semarang.
Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Jateng Kustrisaptono membenarkan ada sembilan sekolah di Kota Semarang yang terdampak banjir. Data sampai saat ini masih terus berlanjut. Terlebih banjir juga terjadi di wilayah lain, seperti Pekalongan dan Grobogan.
“Ada 9 sekolah (terdampak banjir) itu di Kota Semarang. Kita sedang mendata semua di Pekolangan juga ada SMK 3 Pekalongan, terus SMA 1 Grobogan juga,” ungkapnya, Kamis (14/3/24).
Lebih lanjut Disdikbud Jateng, kata dia, bakal memberikan bantuan bagi sekolah yang terdampak bencana. Yakni melalui dana Unit Pengumpulan Zakat (UPZ). Sebelumnya SMA N 1 Sayung dan SMK N 1 Sayung Demak telah mendapat bantuan pompa. Saat ini, Kustri mengaku sudah ada 20 sekolah terdaftar yang bakal mendapat bantuan, ditambah dengan 9 sekolah di Kota Semarang yang terdampak banjir.
“Yang terdaftar sekitar 20 sekolah yang kena bencana. Belum yang termasuk 9 ini, sebelum hujan merata ini juga ada bencana, misalnya Karanganyar, Salem, Brebes, lalu di Gubug Purwodadi, Toroh, itu kita berikan bantuan semua, kita berikan dana UPZ,” tegasnya.
Pihaknya pun membebaskan sekolah untuk melakukan pembelajaran secara fleksibel. Ketika akses masuk tidak bisa, maka pembelajaran bisa dilakukan secara online.
“Prinsipnya proses pembelajarannya kita buat fleksibel bahwa ketika akses masuk ndak bisa sekolah juga kondisi seperti itu (banjir) boleh dikerjakan secara daring. Karena keselamatan, kesehatan anak dan guru menjadi prioritas,” tandasnya. (luk/gih)










