Gerak Cepat Cegah Antraks, Ratusan Ternak Diberi Vitamin

Kepala DP3 Kabupaten Sleman Suparmono
Kepala DP3 Kabupaten Sleman Suparmono. (ADIT BAMBANG SETYAWAN/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) melakukan penanganan antraks di wilayah Padukuhan Kalinongko Kidul, Gayamharjo, Prambanan secara cepat. Ratusan ternak di sekitar wilayah temuan langsung diberi pengobatan dan disuplai vitamin.

Kepala DP3 Sleman Suparmono mengatakan, pengobatan dan pemberian vitamin terhadap ternak di sekitar lokasi kasus sudah dilakukan, Rabu (13/3). Total sekitar 367 ekor ternak ditangani, di antaranya sapi 143 ekor dan kambing serta domba 224 ekor.

Selamat Idulfitri 2024

“Upaya itu dilakukan untuk melindungi ternak yang ada. Mengingat wilayah Padukuhan Kalinongko Kidul sudah ditetapkan positif antraks dari hasil uji sampel tanah dan darah ternak oleh Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates,” katanya, beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Lakukan Pengawasan Keamanan Pangan, Antisipasi Zat Berbahaya

DP3 menggandeng Tim BBVet Wates juga melakukan penandaan pada lokasi kejadian. Baik lokasi kematian, lokasi penyembelihan, lokasi pengulitan dan pemotongan daging, serta penguburan daging.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga segera melakukan vaksinasi pada ternak yang berada di zona kuning agar dapat melindungi ternak yang ada. Adapun penetapan zona itu meliputi zona merah yang merupakan lokasi titik kasus terjadi dan semua area pendistribusian daging.

“Zona kuning adalah area yang berbatasan dengan zona merah dan masih memiliki risiko penularan. Lalu untuk zona hijau adalah area yang tidak memiliki risiko penularan,” jelasnya.

Baca juga:  Semarakkan Bulan Suci, SMPN 5 Banguntapan Gelar Pesantren Kilat

Bantuan vaksin dan sarana pendukung pengendalian antraks juga sudah diajukan ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY. “Kami juga melakukan upaya dan berusaha memastikan tidak ada lagi penambahan kasus ternak sakit dan mati,” imbuhnya.

Munculnya kasus antraks di Padukuhan Kalinongko Kidul berawal dari adanya investigasi petugas, bahwa 14 Januari sampai 2 Maret 2024 ada delapan ekor kambing dan satu ekor sapi yang mati. Semua kejadian pada tanggal itu tidak dilaporkan kepada petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Prambanan maupun petugas lain di Prambanan.

Baca juga:  ISI Yogyakarta Dorong 344 Wisudawan Siap Hadapi Tren AI

“Sehingga kemudian dilakukan uji sampel darah serta tanah pada tempat penyembelihan ternak di wilayah itu oleh petugas BBVet Wates. Hasilnya positif antraks,” jelasnya. (bam/abd)