Gubernur DIY Sebut Warga Kurang Literasi Penyakit Ternak

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. (MUHAMMAD ABU YUSUF AL BAKRY/JOGLO JOGJA)

YOGYAKARTA, Joglo Jogja – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan keheranannya terhadap kasus berulang yang terkait dengan suspek antraks di Kabupaten Sleman dan Gunungkidul belakangan ini. Sri Sultan menyebut, kasus suspek antraks yang terjadi di dua kabupaten tersebut disebabkan oleh perilaku masyarakat yang masih melakukan penyembelihan hewan ternak yang sudah mati.

“Hal ini menjadi perhatian serius. Sudah saya sampaikan kepada Dinas Kesehatan maupun Dinas Pertanian untuk mengevaluasi mengapa perilaku tersebut terus berulang,” ungkapnya.

Menurutnya, diperlukan literasi yang baik kepada masyarakat peternak agar mereka memahami cara menjaga ternak dan diri mereka sendiri agar kasus antraks tidak terulang. Hingga saat ini, pihaknya mencatat kasus antraks yang terjadi hanya berjarak dalam hitungan bulan jika dibandingkan dengan kasus sebelumnya.

“Saat ini belum ada kebutuhan untuk mengumumkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Harapannya terdapat upaya penyelesaian kasus yang telah dilakukan dapat berhasil menangani kasus yang ada saat ini,” tuturnya.

Pihaknya berpesan kepada para peternak untuk selalu berhati-hati dan mampu mengenali kondisi kesehatan hewan ternaknya. Jika hewan sakit, penanganannya seharusnya dengan memberikan pengobatan yang tepat.

“Peternak seharusnya tidak boleh mengabaikan gejala sakit pada hewan ternak mereka. Menyikapi hewan yang sakit dengan segera memberikan pengobatan adalah langkah yang tepat, daripada memotongnya karena sayang. Yang terpenting adalah edukasi bagi peternak agar mereka dapat mengatasi masalah kesehatan hewan ternak dengan lebih efektif,” pungkasnya. (suf/abd)