Penyakit Gatal-gatal Paling Banyak Dikeluhkan Masyarakat Terdampak Banjir

SUASANA: Sejumlah warga yang sedang menunggu antrian periksa di UPTD Puskesmas Gayamsari, Selasa (19/3/24). (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – UPTD Puskesmas Gayamsari mencatat, gatal-gatal menjadi penyakit yang paling banyak dikeluhkan masyarakat terdampak banjir, beberapa hari lalu. Hal itu berdasarkan kunjungan pasien yang datang ke posko kesehatan bencana maupun puskesmas terdekat.

Kepala UPTD Puskesmas Gayamsari, Ahnaf mengukapkan, korban banjir yang datang di dua lokasi pada hari ini sekitar ada 104 orang di wilayah Tambakrejo. Sebelumnya, pada Senin (18/3/2024) lalu ada sebanyak 70-an orang dari Kelurahan Sawah Besar.

Selamat Idulfitri 2024

“Selain banyak yang gatal-gatal, ada juga yang meriang, batuk pilek, dan panas. Di samping itu, kita juga cek yang kemungkinan ada warga yang terserang penyakit leptospirosis. Kita punya alat tes leptotek. Kita cek 11 orang negatif semua,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, Selasa (19/3/24).

Baca juga:  Mbak Ita Gelar Open House Idulfitri Terakhir, Ramai & Penuh Makanan Gratis

Lebih lanjut, ia menerangkan, awal gejala leptospirosis antara lain suhu badan panas, nyeri pada betis. Meski begitu, di Kecamatan Gayamsari belum ada kasus warga yang memiliki penyakit itu usai banjir.

Ia menambahkan, jenis obat yang banyak diberikan kepada warga yakni salep untuk mengurangi rasa gatal-gatal. Diakuinya, hampir kalangan remaja maupun dewasa paling banyak berobat ke posko kesehatan atau UPTD Puskesmas Gayamsari.

“Karena mereka kena air dan paling banyak biasanya anak-anak yang kakinya terlanjur terkena jamur,” ujar Ahnaf.

Sebagai informasi, ada lima lokasi posko kesehatan bencana banjir yang tersebar. Di antaranya, RW 02 Terboyo Wetan, RW 05 Genuksari, Balai RW 12 Kelurahan Gemah, RW 15, Tambaklorok, RW 05 Tambakrejo, dan Balai Kelurahan Mlatiharjo

Baca juga:  Pembayaran THR ASN Diharapkan Mampu Tingkatkan Ekonomi

“Kami buka posko kesehatan di jembatan Kaligawe dari jam 8 pagi hingga 9 malam. Kami sedia mobil puskesmas ke lokasi yang membutuhkan seperti Kelurahan Tambakrejo dan Sawah Besar,” ungkap Ahnaf.

Posko kesehatan bencana banjir, kata dia, diperkirakan akan selesai bertugas setidaknya sampai Minggu (24/3/2024) mendatang. Dirinya mengimbau, pascabanjir ini, masyarakat untuk membersihkan sampah-sampah yang berserakan di lingkup rumah tangga nya masing-masing. Hal itu perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan potensi penyakit yang lebih parah. Seperti leptospirosis, diare, dan sebagainya.

“Selain itu masyarakat juga bagus menjaga daya tahan tubuh, pola makan yang dijaga, dan tidur yang cukup. Insyaa Aallah tidak gampang sakit,” pesannya. (int/adf)