Berantas Antraks, Ratusan Ternak di Sleman Diberi Vaksin

SUASANA: Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bersama Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nasrullah memantau langsung kegiatan vaksinasi ternak di Padukuhan Karangnongko Kidul, Gayamharjo, Prambanan, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menggandeng pemerintah pusat dan provinsi mulai melakukan vaksinasi kepada ratusan ternak di zona kuning penularan antraks. Hal itu sebagai salah satu antisipasi agar virus penyebab penyakit tidak menyebar ke wilayah lain.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Suparmono mengatakan, total ada 600 ekor ternak yang berada pada zona kuning yang diberikan vaksin. Jumlah itu meliputi 300 ekor kambing dan 300 sapi. Adapun wilayah sebaran vaksinasi sendiri berada di Padukuhan Nawung, sebagian Dusun Kalinongko Kidul, dan sebagian Dusun Kalinongko Lor.

“Sementara pada zona merah belum dilakukan vaksinasi, karena masih dalam masa pengobatan atau pemberian antibiotik. Pemberian vaksin baru di zona tersebut bari dapat dilakukan dua minggu pasca pengobatan. Nanti, untuk vaksinasi kita sesuaikan dengan prosedur pelaksanaan, dalam satu tahun diberikan vaksin dua kali,” katanya, belum lama ini.

Baca juga:  Usulkan Calon di Pilkada dari Golkar

Dalam hal ini, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menegaskan, kasus antraks di Sleman sudah terkendali dan sudah ditangani dengan baik. Namun, ia tetap mengimbau masyarakat untuk membawa hewan ternaknya yang sakit ke Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) terdekat. Dengan begitu, upaya mitigasi dilakukan apabila ternak tersebut terjangkit antraks.

“Pemkab Sleman telah melakukan upaya desinfeksi di lingkungan kandang ternak yang positif antraks. Selain itu, Pemkab Sleman juga telah memusnahkan daging ternak yang terkena antraks sesuai prosedur yang ada,” ungkapnya.

Pemkab juga telah berupaya mencegah penyebaran antraks dengan memberikan pengobatan dan pemberian vitamin kepada 143 ternak sapi serta 224 kambing dan domba yang berada di sekitar lokasi kasus. “Vaksinasi pada ternak sapi, domba, dan kambing yang berada pada zona kuning, meliputi Dusun Nawung, sebagian Dusun Kalinongko Kidul, dan sebagian Dusun Kalinongko Lor juga sudah diberikan,”  terangnya.

Baca juga:  DP3AP2 DIY Imbau Masyarakat Laporkan Kekerasan Anak dan Perempuan

Kegiatan vaksinasi juga dihadiri Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nasrullah, beserta Kementerian Pertanian RI. Pada kesempatan tersebut, Nasrullah sempat memberikan bantuan berupa vaksin antraks sebanyak 2.600 dosis, vitamin 1.500 botol, antihistamin 500 botol, antibiotik 100 botol, dan spuit 20.000 set.

“Antraks merupakan penyakit yang berbahaya karena tak hanya dapat menjangkiti hewan, tapi juga bisa menular ke manusia. Oleh karena itu, antraks perlu segera diberantas, salah satunya dengan melakukan vaksinasi kepada hewan-hewan ternak,” ungkapnya.

Ia meminta, masyarakat tidak menjual atau mengonsumsi hewan yang sakit atau mati. Karena bisa menularkan penyakit. Ia juga meminta masyarakat memperhatikan SOP pemusnahan hewan mati karena antraks, yakni dengan dikubur kedalaman dua meter, diberi formalin, kapur, ditutup, lalu disemen.

Baca juga:  KADIN DIY Soroti Ancaman Resesi Ekonomi 2025

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Hery Sulistio Hermawan melaporkan, kasus kematian ternak akibat antraks pertama muncul 2 Februari 2024. Namun hal tersebut tidak dilaporkan kepada pihak berwenang.

“Kasus kematian ternak ini terus terjadi dan membuat warga resah, sehingga tanggal 7 Maret lalu Kepala Dukuh Kalinongko Kidul melaporkan kejadian tersebut kepada Puskeswan Prambanan agar dapat ditindaklanjuti. Alhamdulillah sudah tidak ditemukan kasus kematian ternak diduga antraks sejak 8-15 Maret 2024,” ungkapnya.

Dipaparkan, total ternak yang mati dari awal Februari hingga 7 Maret 2024 lalu yaitu 2 ekor sapi dan 10 ekor kambing. Ternak tersebut berasal dari 4 pemilik yang berasal dari padukuhan Kalinongko Kidul, Kalurahan Gayamharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, dan padukuhan Kayoman, Kalurahan Serut, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. (bam/abd)