Waspada Antraks, DKPP Bantul Perketat Pengawasan Ternak

Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo
Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Terkait dengan meningkatkannya antraks di Kabupaten Sleman dan Gunungkidul, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul merespons hal tersebut dengan memperketat pengawasan, khususnya pada ternak. Hal ini mengingat dua kabupaten tersebut berbatasan langsung dengan wilayah Bantul.

Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo menyampaikan, dengan adanya kasus antraks ini, pihaknya benar-benar perketat pengawasan hewan ternak. Apalagi, mobilitas hewan ternak dari Bantul keluar daerah ataupun dari luar ke Bantul cukup tinggi.

Selamat Idulfitri 2024

“Kami melakukan pengawasan, terutama di kandang kelompok. Karena apa, di Bantul itu cukup besar keluar masuk hewan ternaknya,” ungkapnya, Selasa (19/3/24).

Baca juga:  Bangkitkan Kreativitas UMKM lewat Lomba Produk Unggulan

Menurutnya, upaya yang sekarang dilakukan untuk mencegah antraks masuk ke Bantul pertama yaitu pengetatan keluar masuk ternak. Kemudian, pengetatan pengawasan di kandang-kandang kelompok.

“Makanya hewan ternak yang ada di pasar hewan benar-benar kita awasi. Kami juga banyak sosialisasi ke warga masyarakat kalau membeli ternak segera dilaporkan ke petugas. Pembelian ternak baru harus diisolasi dahulu,” terangnya.

Dijelaskan bahwa pengetatan ini penting, karena wilayah Bantul ini terjepit antar dua kabupaten yang terserang antraks yakni Sleman dan Gunung Kidul. Bahkan ia juga mengatakan, Kulon Progo juga pernah terkena dampak antraks.

Baca juga:  Pemkab Bantul Dukung Raperda Fasilitas Penyelenggaraan Ponpes, Wujudkan Pendidikan Berkualitas untuk Generasi Emas 2045

“Kemudian dari segi pengawas mobilisasi, kita tidak punya pos pemeriksaan lalu lintas ternak, karena yang ada hanya antar provinsi yang ada di Kulon Progo dan Sleman. Padahal mobilisasi ternak kita ini cukup besar, baik itu dari Wonosari, Wonogiri, dan dari tempat-tempat lainnya,” bebernya.

Sementara itu, di wilayah-wilayah yang berbatasan langsung dengan Sleman dan Gunung Kidul pihaknya akan lebih memperketat pengawasan. Termasuk kandang-kandang kelompok di daerah tersebut.

“Intinya kami imbau kepada masyarakat Bantul kalau membeli ternak segera lapor ke petugas untuk pengecekan kesehatannya. Kalau ada yang sakit segera lapor biar di cek sakit apa,” pungkasnya. (nik/abd)