Berikan 200 Ustaz dan Ustazah Bantuan Insentif, Tingkatkan Pendidikan Keagamaan

SIMBOLIS: Pj Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo saat memberikan bantuan kepada ustazah di masjid Diponegoro Balai Kota. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta memberikan bantuan insentif kepada 200 ustaz/ustazah di Masjid Diponegoro Balai Kota, belum lama ini. Kegiatan itu dilakukan untuk meningkatkan pendidikan keagamaan kepada anak-anak untuk mewujudkan Indonesia Emas.

Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada lembaga pendidikan keagamaan di Kota Yogyakarta. Berkat keikhlasan ustaz/ustazah dari pondok pesantren, Madrasah Diniyah, dan Lembaga Pendidikan Al-Quran di Kota Yogyakarta dapat memberikan materi keagamaan kepada anak-anak

“Semoga pemberian bantuan ini walaupun jumlahnya tidak seberapa dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Menurutnya, peran ustaz di Kota Yogyakarta sangat penting untuk membantu para orang tua dalam mendidik keagamaan. Lantaran, mereka adalah garda terdepan dalam mendidik anak bangsa, terutama di dalam pendidikan keagamaan.

Singgih berharap, para ustaz tidak hanya memberikan edukasi keagamaan kepada anak-anak. Namun juga memberikan bekal, terutama attitude dalam keseharian dengan jumlah porsi yang lebih banyak.

“Saya titip kepada para ustaz di Kota Yogyakarta untuk tidak hanya memberikan edukasi kepada anak berkaitan dengan bagaimana modernisasi beragama, tetapi juga mereka bisa dibekali akhlak mulia etika dan attitude porsi yang lebih. Sehingga anak-anak tumbuh dengan jiwa yang sopan dan santun,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta Nadhif mengungkapkan, penerima bantuan ini akan diberikan sejumlah uang intensif sebanyak Rp200 juta yang ditransfer dalam bentuk tabungan. Tahun ini, bantuan tersebut mengalami peningkatan dari sebelumnya sebesar Rp150 juta.

“Saya berharap tahun mendatang akan naik lagi. Sehingga mereka ikut membantu program pemerintah sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Serta bisa mengawal anak-anak dalam pendidikan keagamaan, sehingga ke depannya anak-anak ikut menjadi bagian generasi emas 2045,” pungkasnya. (riz/abd)