Kuatkan Tripusat Pendidikan untuk Cegah Kriminalitas

Kepala Disdikpora Bantul Nugroho Eko Setyanto
Kepala Disdikpora Bantul Nugroho Eko Setyanto. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Bantul menguatkan konsep “Tripusat” pendidikan bagi siswa sekolah. Hal ini dilakukan guna mencegah tindakan siswa yang mengarah pada kriminalitas.

Kepala Disdikpora Bantul Nugroho Eko Setyanto menyampaikan, pihaknya selalu berupaya memberikan pemahaman kepada siswa di Bantul untuk tidak melakukan tindak kriminal. Untuk itu, pihaknya selalu menekankan konsep pendidikan yang diajarkan Ki Hajar Dewantara dalam membentuk karakter siswa.

“Konsep pendidikan sebagaimana yang diajarkan Ki Hadjar Dewantara itu kan Tripusat. Yaitu pendidikan sekolah, pendidikan keluarga, dan pendiri masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga:  Pemkab Bantul Wacanakan Tambah Satu TPST Lagi

Menurutnya, pada tataran sekolah, pihaknya berpendapat masih menjangkau siswa agar tidak melakukan tindak semacam itu. Akan tetapi, ketika siswa sudah pulang dari sekolah, atau sudah di lingkungan keluarga dan masyarakat, maka diperlukan peran aktif dari keluarga dan masyarakat itu sendiri.

“Maka kemarin kita sudah mencoba antuk menyampaikan imbauan sampai ke tingkat kelurahan untuk mendampingi anak-anak kita, termasuk juga sampai ke keluarga. Harapan kita peran dari semua pihak itu berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, beberapa waktu lalu, pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan kejaksaan negeri (Kejari) Bantul terkait dengan program Jaksa Masuk Sekolah dan Jaksa Sahabat Guru. Kerja sama ini dianggap penting karena sekolah memiliki keterbatasan personel dalam hal pengelolaan keuangan.

Baca juga:  Satu Modul TPST Dingkikan Beroperasi Awal Juli

“Kadang-kadang kepala sekolah atau guru itu merangkap tugasnya untuk mengelola keuangan itu. Sehingga hal ini perlu untuk mendapatkan pendampingan, dalam arti bahwa setiap ada kesulitan apa pun nanti kita dapat berkomunikasi dengan pihak kejaksaan untuk mendapatkan pencerahan tentang apakah yang sudah kami rencanakan dan apa yang akan kami lakukan ini sudah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan atau belum,” jelasnya.

Selain itu, berkaitan dengan masih maraknya perilaku siswa yang mengarah pada tindakan kriminal, pihaknya menyebut bahwa program ini juga akan menyentuh ranah tersebut. Dalam konteks ini, yakni memberikan pemahaman terhadap siswa terkait dengan tindakan yang mengarah pada pelanggaran hukum tersebut.

Baca juga:  Sultan Perintahkan Gulung Karpet Merah Semua Tambang Ilegal di Yogyakarta

“Jadi untuk jaksa sahabat guru itu nanti terkait dengan pengelolaan keuangan. Lalu kemudian untuk jaksa masuk sekolah, itu nanti juga ditujukan termasuk kepada siswa. Jadi bagaimana siswa itu mengenal perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum. Bukan untuk melanggar, tetapi ketika dia paham, nanti tidak melakukan hal itu,” pungkasnya. (nik/abd)