BANTUL, Joglo Jogja – Setelah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan ditutup pada 15 April, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul akan mengoptimalkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R). Pihaknya berpendapat, hal ini merupakan solusi alternatif percepatan desentralisasi pengolahan sampah.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Rudy Suharata menyampaikan, dalam rangka menangani persoalan sampah, pihaknya akan berupa melakukan berbagai upaya percepatan. Terutama terhadap beberapa TPST yang sekarang ini sudah mulai dibangun, sekaligus optimalisasi TPS3R.
“Per 15 April ini kan TPA Piyungan sudah mulai di tutup, dan nanti 30 April sudah ditutup permanen. Sehingga ada beberapa hal yang perlu kita lakukan tindakan,” ungkapnya, (16/4).
Beberapa tindakan yang akan dilakukan antara lain percepatan beberapa titik yang akan dijadikan tempat untuk pengolahan sampah. Terutama pembangun TPST yang sudah berjalan sekarang yaitu TPST Argodadi, Sedayu, Bantul.
“Memang kita sedang mencari solusi kira-kira kedaruratan itu nanti seperti apa. Dan hari ini kita juga akan meluncur surat edaran Bupati terkait dengan darurat sampah yang ke dua ini,” ujarnya.
Pihaknya mengaku, pada bulan April, Mei, dan Juni ini memang ada celah yang signifikan untuk proses desentralisasi. Sehingga persoalan ini tidak bisa hanya di selesaikan oleh pemerintah kabupaten melainkan menjadi tanggung jawab bersama.
“Artinya terkait dengan pengoptimalan TPS3R yang berada di tingkat kalurahan akan kita lakukan. Kalau semuanya ditangani kabupaten tidak bisa, maka kami meminta untuk semua kalurahan juga bergerak,” ujarnya.
Sebagai gambaran, dirinya mengatakan, ada 18 TPS3R yang sejauh ini sudah ada di Bantul. Dari jumlah itu, setidaknya ada 10 TPS3R yang aktif beroperasi dengan masing-masing mampu mengelola sampah sebanyak 10 ton.
“Ini kita akan mencoba mengoptimalkan TPS3R yang belum begitu aktif. Yang jela, per sebelum lebaran kita masih punya kuota 88 ton per hari (TPD), dari itu kita masih bisa membuang sampah ke Piyungan sampai dengan akhir April ini,” tandasnya. (nik/abd)










