KOTA, Joglo Jogja – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta memfasilitasi praktik manasik haji bagi calon jamaah haji tahun 2024 di Lapangan Balai Kota Yogyakarta, belum lama ini. Hal itu dilakukan supaya calon haji memahami bagaimana mewujudkan haji yang mabrur saat di tanah suci.
“Dari sisi teori, pengetahuan keilmuan manasik sudah diberikan. Maka kami tidak menginginkan jamaah haji hanya sekadar memahami dari sisi teori ilmunya, tapi kita lengkapi dengan praktik manasik. Sehingga kita pastikan seluruh jamaah haji saat ibadah haji di tanah suci sudah memahami betul,” ujar Kepala Kemenag Kota Yogyakarta Nadhif.
Dia menyebut, jumlah calon jamaah dari Kota Yogyakarta masih dinamis dan sampai kini tercatat ada 392 calon jamaah haji. Sebelumnya 395 orang, tapi ada yang sakit mengundurkan diri dan mutasi. Calon jamaah haji Kota Yogyakarta akan diberangkatkan dalam 3 kloter, yaitu kloter 47 pada 23 Mei 2024, kloter 52 pada 25 Mei 2024 dan kloter 54 pada 26 Mei 2024.
“Tujuan penyelenggaraan ibadah haji bertujuan mewujudkan haji yang mabrur dan mandiri. Adapun kegiatan manasik yang difasilitasi tingkat kota dua kali dan kemantren enam kali,” tambahnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo menilai, persiapan-persiapan ibadah haji penting untuk dilaksanakan. Mulai dari doa-doa, niat, manasik haji sampai rukun-rukun haji. Terutama agar para calon jamaah haji memahami tata cara ibadah haji, sehingga menjadi haji yang mabrur.
“Manasik haji, doanya apa, dan tahapannya itu wajib dikuasai. Pemkot Yogyakarta bersama Kemenag kolaborasi untuk memberikan pendampingan. Pemkot memfasilitasi manasik haji ini, “ kata Singgih.
Selain itu, Pemkot Yogyakarta memfasilitasi seragam haji, akomodasi bus dan konsumsi berangkat dan pulang sampai asrama haji Donohudan. Termasuk pemberian suplemen multivitamin dan pendampingan dokter kepada calon jamaah haji dari Kota Yogyakarta.
Singgih juga memberikan beberapa pesan berdasarkan pengalamannya saat menunaikan ibadah haji. Misalnya terkait persiapan fisik dan istirahat yang cukup sebelum berangkat haji. Di samping itu saat berada di tanah suci agar menjaga hubungan dan kebersamaan rombongan haji. “Tolong dipahami untuk menjaga sikap dan kebersamaan rombongan jamaah haji,” pungkasnya. (riz/abd)










