Disdikbud Jateng Harap Sekolah Optimalkan Wisata Lokal untuk Study Tour

Kepala Disdikpora Kabupaten Jepara, Ali Hidayat
Kepala Disdikpora Kabupaten Jepara, Ali Hidayat. (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah secara resmi telah melarang kegiatan study tour dan wisata bagi sekolah negeri SMA dan SMK di Jawa Tengah. Peraturan tersebut tertuang dalam surat dinas nomor 421.7/00371/SEK/III/2024.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Kabupaten Jepara Ali Hidayat memberi imbauan kepada setiap intansi pendidikan di wilayah tersebut untuk mengoptimalkan wisata lokal. Menurutnya pembelajaran di luar kelas sekaligus wisata tidak harus dilakukan di luar daerah.

“Seyogyanya menggunakan wisata lokal. Tidak usah jauh-jauh hanya untuk berlibur. Kita optimalkan kearifan lokal, seperti ke Pulau Karimunjawa. Toh di sana juga sebagai pusat destinasi wisata,” terang dia, saat ditemui di kantornya, belum lama ini.

Baca juga:  E-Manajemen Karier Jogja Unggul Pantau Talenta Pegawai

Apabila terdapat sekolah-sekolah di Kabupaten Jepara yang telah merancang kegiatan study tour, kata Ali, pihaknya meminta untuk selalu meningkatkan pengawasan. Di antaranya dengan memastikan keamanan bus, biro bus wisata berizin resmi, bus yang digunakan keluaran baru, layak kondisi, hingga pemenuhan kapasitasnya harus sesuai standar.

Kemudian, lanjut dia, dari supir kendaraan juga harus profesional dengan ditunjukkan SIM dan KTP sebagai dasar ahli dalam berkendara. Tak lupa, rekam jejak supir juga perlu di lihat.

Pihaknya mengimbau kepada pihak sekolah, baik PAUD, TK, SD, dan SMP yang berada di bawah naungan Disdikpora Jepara untuk melaporkan kegiatan ke Disdikpora terkait pelaksanaan kegiatan pariwisata dan study tour yang akan diadakan.

Baca juga:  Perkuat Sinergisitas Layanan Adminduk dengan Kalurahan

“Setiap ada tour harus ada pemberitahuan dari satuan pendidikan atau sekolah kepada dinas terkait. Jadi, kalau ada apa-apa bisa di kontrol. Kemana tujuannya, busnya apa,” papar Ali.

Lebih lanjut, ia menegaskan, dalam pelaksanaan study tour, jika ada peserta didik yang tidak mampu perihal biaya, pihak sekolah tidak diizinkan untuk memaksa peserta didik maupun orang tua untuk mengikuti. Hal itu untuk mewujudkan keadilan yang bijak di setiap sekolah.

“Apabila terdapat peserta didik yang tidak mampu, beri peluang untuk subsidi silang. Sehingga, semua siswa bisa diberangkatkan,” harapnya. (cr4/adf)