Banguntapan Penyumbang Sampah Terbesar di Bantul

BERSERAKAN: Terlihat tumpukan sampah di jalan ring road selatan wilayah Bantul, Selasa (21/5/24). (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul menyebutkan, Kapanewon Banguntapan jadi penyumbang sampah terbesar di Bantul dengan volume 55,89 ton per hari. Sementara itu, secara keseluruhan jumlah timbulan sampah per hari di Bantul sebanyak 443,48 ton.

Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi menyampaikan, saat ini pihaknya masih dalam tahapan melakukan pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) untuk mengatasi permasalahan sampah di Bantul. Namun, dalam masa pembangunan TPST, pihaknya pun menyiapkan tempat pembuatan sampah sementara (TPSS) di Gadingsari.

“Sejak 1 Mei lalu kami sudah membuang sampah di TPSS Gadingsari. Harapan kami TPSS ini masih mampu menampung sampah selama satu bulan ke depan,” ungkapnya, Selasa (21/5/24).

Dalam masa-masa transisi ini, pihaknya terus mendorong masyarakat Bantul untuk melakukan pemilihan sampah. Sembari pihaknya terus memberdayakan beberapa Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu – Reduce, Reuse, Recycle (TPST-3R) yang sudah ada di masyarakat.

Baca juga:  Lomba Kalurahan Inovatif Tingkatkan Peran Pembangunan

Bambang mengatakan, setidaknya ada tiga TPST yang saat ini sedang dibangun oleh Pemkab Bantul. Antara lain TPST Dingkikan dengan estimasi daya tampung sampah per hari sebanyak 60 ton, TPST Modalan 49 ton, dan ITF Bawuran 49 ton.

Sementara itu, ITF Pasar Niten yang hanya mampu menampung 5 ton sampah per hari sudah mulai beroperasi sejak akhir Februari lalu. Kemudian, dirinya juga mengatakan ada pula 8 TPS3R yang diestimasikan mampu menampung 30,15 ton per hari. “Secara keseluruhan, pengerjaan tiga TPST direncanakan rampung pada bulan September mendatang,” imbuhnya.

Dalam rangka mengantisipasi timbulan sampah, pihaknya akan mempercepat infrastruktur TPST Dingkikan, dengan harapan modul satu bisa segera dioperasikan. “Jadi di sana itu ada tiga modul. Kita sedang percepat modul satu, dengan harapan bisa digunakan awal Juni ini. Kemudian kami juga mendorong ITF Bawuran, lalu untuk Modalan September sudah bisa beroperasi juga,” katanya.

Baca juga:  Prediksi Dishub DIY: Volume Kendaraan di Yogyakarta Turun Selama Liburan Sekolah dan Iduladha

Menanggapi perkembangan pembangunan TPST di Bantul sekarang ini, anggota Komisi C DPRD Bantul Datin Wisnu Pranyoto turut memberikan apresiasi. Menurutnya, Pemkab telah banyak melakukan berbagai inovasi penanganan sampah. “Kami sangat mengapresiasi Pemkab Bantul sudah melakukan inovasi baru. Harapan saya dengan inovasi baru ini permasalahan sampah bisa berkurang,” ujarnya.

Datin pun menyinggung terkait beberapa hari lalu mesin pengolah sampah modern ITF Bawuran yang telah disaksikan langsung oleh Gubernur DIY. Hal ini menunjukkan tidak lama lagi ITF Bawuran ini akan mulai beroperasi.

“Harapan kami dengan TPS yang dibangun di Bawuran ini, di awal bulan itu nanti masalah sampah bisa segera teratasi. Paling tidak mengurangi timbunan sampah di Bantul Utara, baik itu di Banguntapan, Kasihan, dan Sewon yang padat penduduk,” imbuhnya.

Baca juga:  Cacing Hati Ditemukan pada Puluhan Hewan Kurban di Bantul, Daging Aman Dikonsumsi

Sementara itu, salah satu warga Kalurahan Timbulharjo, Sewon, Bantul Eleonor Abineno menuturkan, selama ini dirinya sudah melakukan mekanisme pengolahan sampah sesuai anjuran pemerintah. Yaitu melakukan pemilahan sekaligus pengolahan secara mandiri.

“Sampah botol plastik dan kardus biasanya diambil tukang rosok. Lalu untuk sampah basah kita masukan ke lubang sampah yang kita buat di belakang rumah. Sekarang kita menunggu pelatihan pengolahan sampah sayur menggunakan sistem ember tumpuk, yang nanti tetesan airnya bisa dimanfaatkan untuk pupuk tanaman,” pungkasnya. (nik/abd)