Pemkab Jepara Sambut Baik Bantuan BMKG untuk Nelayan

FOKUS: Sekd Jepara Edy Sujatmiko bersama BMKG RI, dan Kepala Diskan Farichah Elida saat melakukan audiensi di ruang Sekda Jepara, Senin (27/5/24). (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Jepara menyambut baik langkah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Republik Indonesia terkait bantuan kepada nelayan Jepara. Bantuan tersebut berupa sosialisasi pengenalan kondisi cuaca dan peta gelombang yang akan diberikan dalam kegiatan bertajuk Sekolah Lapang Nelayan Cuaca (SLNC).

Hal itu diungkapkan Sekda Jepara Edy Sujatmiko saat menerima Kepala BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Taruna Mona Rachman di ruang kerjanya, Senin (27/5/24). “Tentu kami mendukung program ini dan mangapresiasi. Terimakasih atas bantuannya, kami tunggu,” ungkap

Sekda menyebut, SLNC ini akan membantu bagi para nelayan untuk memaksimalkan potensi perikanan di Jepara. Dengan garis pantai sepanjang 83 kilometer, di luar Pulau Karimunjawa.

Baca juga:  Gubernur Nana Berharap Borobudur Marathon Jadi Event Kelas Dunia

Edy meminta, SLNC ini tidak hanya berjalan pada nelayan ikan saja. Melainkan, juga pada petani garam. Sebab, memasuki musim kemarau, tambak garam akan semakin bertambah intensitas populasinya, terkhusus di Kecamatan Kedung.

“Saya berharap, ke depan akan ada bantuan juga sekolah cuaca bagi petani garam. Sebab, musim kemarau ini akan semakin meningkat hasil garamnya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Taruna Mona Rachman menyampaikan, SLNC di Jepara akan berlangsung pada Kamis (13/6) di Gedung Shima Jepara. Dengan peserta yang di undang sebanyak 100 nelayan.

Baca juga:  28 Armada BRT Trans Semarang Kelebihan Emisi, Dishub Beri Ultimatum Perbaikan!

“Banyak nelayan yang belum mendapat informasi mengenai cuaca. Karena, banyak dari nelayan yang masih menerapkan ilmu titen,” ujarnya.

Menurutnya, sekolah ini perlu dilakukan. Karena, jika terjadi perubahan iklim yang berdampak terhadap rutinitas para nelayan.

Ilmu titen yang biasa digunakan, terkadang tidak sesuai dengan perkiraan. Sehingga, dengan SLNC ini dapat membantu, dan nelayan Jepara bisa mengetahui cara membaca peta cuaca maupun jenis gelombang laut.

 

“Datanya kamu peroleg dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KPP). Target kami, pemanfaatan SLNC ini akan mengubah kebiasaan nelayan dari mencari ikan menjadi menangkap ikan,” ungkapnya.

Baca juga:  Lahan Wedi Kengser Kali Progo Dimanfaatkan untuk Pertanian

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Jepara Farichah Elida mengatakan, berdasarkan pendataan pada tahun lalu, Jepara memiliki sekitar 8.900 nelayan yang terhimpun dalam 147 kelompok nelayan. Sehingga, di harapkan, usai kegiatan, nelayan yang hadir dalam kegiatan SLNC dapat menyampaikan pengetahuannya secara berantai kepada nelayan lain.

“Sebab terbatasnya peserta yang diundang. Semoga nelayan yang hadir dapat menyampaikan informasinya kepada nelayan lain,” tandasnya. (cr4/fat)