Hari Lingkungan Hidup, Wujudkan Bantul Bersama 2025

MENGAMATI: Bupati Bantul Abdul Halim Muslih ditemani Kepala DLH Bambang Purwadi saat meninjau langsung pelatihan pembuatan eco enzim di Pantai Goa Cemara, Patihan, Gadingsari, Sanden, Bantul, Rabu (5/6/24). (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul memperingati “Hari Lingkungan Hidup Sedunia” di Pantai Goa Cemara, Patihan, Gadingsari, Sanden, Bantul, Rabu (5/6/24). Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengusung tema “Penyelesaian Krisis Iklim dengan Inovasi dan Prinsip Keadilan untuk Mewujudkan Bantul ‘bersih sampah’ (Bersama) 2025”.

Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi menyampaikan, tema ini terinspirasi dari tema dunia tentang hari lingkungan hidup dunia. Yaitu land restoration, desertification, and drought resilience atau restorasi lahan, penggurunan, dan ketahanan terhadap kekeringan. Adapun dirinya juga mengatakan kegiatan ini memiliki tiga maksud utama.

“Pertama, untuk meningkatkan kesadaran dan memicu aksi individu serta kelompok masyarakat dalam menjaga dan melindungi lingkungan hidup. Kedua, memperkuat partisipasi dan kesadaran publik dalam upaya pengelolaan lingkungan, dan yang ketiga mengedukasi masyarakat tentang isu-isu penting lingkungan dan bagaimana bisa berkontribusi untuk pelestarian lingkungan,” jelasnya, Rabu (5/6/24).

Baca juga:  Dua Nama Lawas, Erwan dan Didik Perkuat Kursi Kepelatihan PSIM Yogyakarta

Bambang juga mengatakan, serangkaian dengan peringatan ini pula, sebelum ini pihaknya juga telah melakukan penanaman pohon sebanyak 4.171 batang pohon yang tersebar di beberapa kapanewon. Beberapa di antaranya yakni Kapanewon Pajangan, Jetis, Sedayu, Imogiri, Kasihan, Pundong, Piyungan, Pleret, dan Bambanglipuro.

“Kemudian puncaknya nanti kami akan membuat 5.000 jogangan atau lubang sampah organik di Desa Caturharjo, Pandak. Harapan kami, kegiatan ini mampu mengurangi dampak perubahan iklim sekaligus memberikan pendampingan kepada masyarakat bagaimana mengupayakan pengelolaan sampah,” ujarnya.

Selain itu, dalam kegiatan ini pula, DLH juga memberikan bantuan berupa dua unit sepeda motor roda tiga, dua gerobak sampah, serta ember tumpuk untuk pengelolaan sampah masyarakat. Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan pelatihan pembuatan eco enzim sebagai bahan komposter pengelolaan sampah organik.

Baca juga:  Dewan Desak Pemda Bantul Lebih Proaktif soal Pasar

“Harapannya, bantuan ini sebagai stimulus supaya program kita menata dan mengelola lingkungan ini menjadi lebih efektif. Kemudian ada pula pelatihan pembuatan komposter yang nanti bisa dikelola di lingkungan terdekat. Jadi, harapan kami sampah itu selesai di rumah tangga,” imbuhnya.

PRAKTIK: Terlihat peserta pelatihan sedang mengocok air agar menyatu dengan molase untuk membuat eco enzim di Pantai Goa Cemara, Patihan, Gadingsari, Sanden, Bantul, Rabu (5/6/24). (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menambahkan, kerusakan lingkungan yang terjadi sekarang ini tidak terlepas dari ulah kita sebagai manusia. Sehingga untuk menebus dosa itu, ujar Halim, seluruh pihak harus memiliki komitmen dan program yang konkret.

“Hari lingkungan hidup ini kita jadikan sebagai penebusan dosa lingkungan. Dengan komitmen, kita merencanakan tindak lanjut yang lebih terukur, baik hasil dan dampaknya. Kami akan menyelesaikan TPS Dingkikan, TPS Modalan, ITF Bawuran dalam waktu secepat mungkin,” ujarnya, Rabu (5/6/24).

Baca juga:  Keterwakilan PPS Perempuan di Bantul Capai 48 Persen

Selain itu, Halim juga menyinggung terkait dengan program 5.000 jogangan di Caturharjo. Menurutnya, hal itu merupakan salah satu metode untuk menyelesaikan persoalan sampah organik yang selama ini merupakan sampah paling dominan, yakni sebanyak 70 persen dari jumlah total sampah timbulan.

“Sampah organik itu kan mayoritas, sebanyak 70 persen. Jadi kalau kita bisa menyelesaikan sampah organik itu, kita tinggal mengelola sampah anorganik yang 30 persen sisanya. Sehingga yang masuk ke jogangan itu harus kita pastikan benar-benar sampah organik saja,” pungkasnya. (nik/abd)