Rekomendasi Ombudsman Diabaikan, Kalurahan Tamanan Tetap Lantik Carik Baru!

PROSESI: Lurah Tamanan Hartoyo saat melantik carik baru Ratri Erviana Anggraeni di pendopo Kalurahan Tamanan, Kamis (13/6/24). (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Kalurahan Tamanan langsungkan pelantikan Carik baru meskipun masih dalam kondisi bermasalah. Pasalnya, rekomendasi Lembaga Ombudsman Daerah Istimewa Yogyakarta (LO DIY) menyarankan agar pihak Kalurahan “Menangguhkan pelantikan Calon Carik Kalurahan Tamanan sampai diselenggarakan kembali tes CBT pilihan ganda dan uraian ulang.”

Adapun rekomendasi LO DIY ini diterbitkan pada Jumat (7/6) yang ditujukan kepada Ririn Ardilliyas Putri selalu pelapor yang merupakan peserta seleksi Carik Tamanan, Lurah Tamanan selaku terlapor, dan Direktur Direktorat Riset Dan Pengabdian Kepada Masyatakat (DRPM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) selaku pihak ketiga yang melaksanakan proses seleksi.

Tembusan rekomendasi ini juga di sampaikan ke Gubernur DIY, Bupati Bantul, Biro Hukum Sekda DIY, Biro Tata Pemerintah Sekda DIY, Inspektorat Bantul, Penewu Banguntapan, dan Ketua Panitia pengisian lowongan pamong Kalurahan Tamanan.

Saat dimintai konfirmasi terkait responsnya terhadap rekomendasi Ombudsman setelah pelantikan, Lurah Tamanan Hartoyo hanya memberikan tanggapan yang mengarah agar hal itu ditanyakan ke panitia. Padahal sebelumnya, ketua panitia mengatakan bahwa keputusan untuk menanggapi rekomendasi ini sepenuhnya diserahkan ke lurah dan UNY.

Baca juga:  Petani Diminta Siapkan Lahan Hadapi Kemarau

“Kalau sudah selesai sudah, mau apa lagi. Tanya saja panitia. Menjawab keliru, tidak menjawab keliru,” ujarannya saat dimintai keterangan, Kamis (13/6/24).

Sementara itu, Penewu Banguntapan I Nyoman Gunarsa menyampaikan, proses pelantikan yang dilakukan Kamis (13/6) merupakan kewenangan dari pihak kalurahan. Ia pun membenarkan bahwa telah memberikan rekomendasi atau permohonan rekomendasi yang diajukan Lurah.

“Karena berdasarkan rekomendasi, saya memberikan rekomendasi kepada calon yang meraih nilai tertinggi. Kemudian selanjutnya dalam perintah rekom itu kan untuk segera dilakukan pelantikan. Itu menjadi bagian tindak lanjut, nah hari ini dilakukan pelantikan dari Kalurahan,” ujarnya, Kamis (13/6/24).

Terkait dengan rekomendasi dari LO DIY, dirinya pun mengaku telah mengingatkan kalurahan agar memberikan tanggapan. Dalam hal ini untuk segera melakukan konfirmasi ke pihak pelaksana uji kompetensi, yaitu UNY.

“Itu sudah kami lakukan. Sudah kami sampaikan ke Plt Carik maupun ke lurah. Dan kami by WA selalu mengingat bagaimana info terkini, tanggapan sudah ada atau belum. Setelah itu saya tidak monitor lagi ya,” terangnya.

Baca juga:  Bahan Makanan Jadi Pemicu Deflasi

Lebih lanjut, I Nyoman juga mengatakan, jika nanti terbukti ada mal administrasi atau cacat hukum, maka dimungkinkan carik terlantik gugur status sebagai carik. “Yang dimohonkan rekom yang nilai tertinggi dan kedua. Sehingga dalam undang-undang kami, Panewu merekomendasikan permohonan rekomendasi itu adalah nilai yang tertinggi. Kalau ini terbukti mal administrasi atau cacat hukum, ya otomatis ini kan gugur, yang naik nanti yang nomor dua,” tandasnya.

Ketua Bamuskal Kalurahan Tamanan, Purwandi yang dalam hal ini juga merupakan ketua panitia seleksi menuturkan, pada Senin (11/6) lalu, Bamuskal telah mengirim surat resmi ke lurah untuk melakukan klarifikasi terhadap rekomendasi LO DIY. Bamuskal meminta untuk menangguhkan pelantikan sebelum dilakukan tes ulang ujian CBT pilihan ganda dan uraian.

“Kita sudah berkirim surat resmi sebelum pelantikan. Itu yang menandatangani wakil ketua saya, karena kalau yang menandatangani saya kurang etis mengingat posisi saya selaku ketua panitia juga. Tapi lembaga sudah sepakat soal ini. Intinya sebelum dilakukan pelantikan, klarifikasi dari Bamuskal itu dijawab, ditemui atau apa,” terangnya.

Baca juga:  Perpanjangan Masa Jabatan Lurah, Bupati Bantul Minta Fokus Pada Tiga Permasalahan Pokok

Akan tetapi, sampai dengan dilangsungkannya proses pelantikan, klarifikasi Bamuskal tersebut belum mendapatkan jawaban. Sehingga hal itu pula yang menyebabkan ketua Bamuskal, Purwandi, memutuskan untuk tidak datang dalam acara pelantikan itu.

“Karena rekomendasi LO DIY tidak diindahkan, termasuk Bamuskal tidak dijawab suratnya, kewenangan di teman-teman Bamuskal sendiri. Monggo yang hadir kami persilakan, yang tidak juga kami persilakan. Tapi karena saya itu double posisi, memiliki beban moral, mending saya tidak hadir,” katanya.

Namun, selaku ketua Bamuskal, dirinya hanya menginginkan agar semua prosedur pemilihan carik ini diselesaikan dengan baik, sampai tidak ada lagi masalah tertentu. Meningkatkan pula jabatan pamong formasi carik ini akan dijabat hingga usia 60 tahun.

“Harapan Bamuskal, kalau semuanya itu sesuai prosedur, tidak ada masalah, kan di kemudian hari kita lebih enak untuk sosialisasi kemasyarakatan. Bahwa carik ini benar-benar legitimate. Karena itu, yang memakai carik itu masyarakat bukan Pak Lurah. Lurah itu 6 tahun atau sekarang sudah 8 tahun sekali ada pemilihan, carik ini sampai umur 60 tahun,” tandasnya. (nik/abd)