TPST Modalan Direncanakan Beroperasi Awal September

PANTAU: Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat meninjau proses pembangunan TPST Modalan, Selasa (2/7/24). (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul sebut Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Modalan, Kalurahan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan diperkirakan mulai beroperasi pada awal September mendatang. Adapun progres pembangunan fisik TPST tersebut saat ini sudah mencapai 80 persen.

“TPST Modalan ini kita rencanakan akan mengolah sampah baik organik maupun anorganik dengan kapasitas 50 ton per hari. Cukup untuk mengelola sampah 27.000 KK,” ungkap Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat meninjau pembangunan TPST Modalan, Selasa (2/7/24).

Menurutnya, TPST Modalan ini akan melakukan pemilihan sampah-sampah anorganik yang bernilai ekonomi untuk dijual. Kemudian, sampah organik yang diklaim memiliki volume terbesar yaitu 60 persen akan diolah menjadi kompos. Sedangkan sampah residu dari kedua jenis sampah itu akan di-insinerasi atau dibakar

Baca juga:  160 CGP Bantul Dinyatakan Lolos dan Siap Menuju Transformasi Pendidikan

“Sampah-sampah anorganik yang bernilai ekonomi itu bisa langsung dijual ke tempat recycle, sedangkan yang organik itu dibuat kompos. Kemudian residunya di-insinerasi atau dibakar yang output-nya abu, nanti kita pikir pemanfaatannya,” terang Halim.

Lebih lanjut, Halim mengatakan, Banguntapan merupakan kapanewon dengan jumlah produksi sampah tertinggi di Bantul. Menurutnya, hal ini dikarenakan dari sisi jumlah penduduk, kesejahteraan, dan pendapatan, Banguntapan adalah yang terbesar dari kapanewon lain.

“Jadi di Banguntapan ini masyarakat kelas menengahnya banyak, penduduknya banyak, iya tentulah produksi sampahnya terbesar se-Bantul. Maka, TPST Modalan ini diharapkan mampu menyelesaikan sampah di Kapanewon Banguntapan,” ujarnya.

Baca juga:  Bahan Makanan Jadi Pemicu Deflasi

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Bambang Purwadi mengatakan, penanggung jawab pengerjaan fisik dan pengadaan mesin TPST Modalan yang menghabiskan anggaran APBN sebesar kurang lebih Rp17,7 miliar ini yaitu Kementerian PUPR melalui balai besar DIY.

Di sisi lain, DLH akan menjadi pihak pengelola setelah pembangunan selesai. “Sehingga, kami hari ini melakukan pemantauan dan monitoring terhadap perkembangan fisik pembangunan ini,” terangnya, Selasa (2/7/24).

Menurutnya, TPST Modalan ini direncanakan akan mulai beroperasi pada awal bulan September mendatang. Mengingat saat ini, pihaknya menghitung progres pembangunan fisik sudah diangka 80 persen. “Ini masih on going, kalau kita hitung sekitar 80 persen. Kita jadwal September sudah bisa beroperasi,” imbuhnya.

Baca juga:  Sarasehan Sejarah Bantul, Pupuk Rasa Cinta terhadap Daerah

Selanjutnya, kata Bambang, setelah ini akan dilanjut finishing terakhir. Kemudian pekerjaan rumah DLH yaitu untuk pelaksanaan simulasi memastikan alat yang datang bisa untuk digunakan. “Kemudian PR kami juga untuk pelatihan personil. Karena nanti UPTDKP2 kami nanti akan mengelola wilayah ini,” pungkasnya. (nik/abd)