32 Sekolah di Bantul Direnovasi Tahun Ini, Pakai Dana APBD dan DAK

BAKAL DIRENOVASI: Para siswa SD Negeri Sawit terlihat bersantai saat waktu istirahat. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Bantul menyebut akan merenovasi 32 sekolah di tahun ini. Jumlah itu terbagi rata yakni 16 Sekolah Dasar (SD) dan 16 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Disdikpora Bantul Nugroho Eko Setyanto menyampaikan, proses renovasi atau perbaikan gedung sekolah ini sudah dimulai sejak akhir Mei lalu. Adapun perbaikan ini dilakukan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanda Daerah (APBD) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

”Renovasi sekolah saat ini sudah kami mulai, baik dengan DAK maupun dengan APBD. Khususnya untuk sekolah-sekolah yang umurnya sudah tua,” terangnya, Senin (22/7).

Akan tetapi, terkait besaran jumlah anggaran yang digelontorkan, dirinya enggan membocorkan. ”Untuk jumlahnya nggak usah ditulis dulu,” pinta Nugroho.

Dia berharap selain 32 sekolah itu, ke depan sekolah-sekolah lain yang mengalami kerusakan bisa diperbaiki. ”Karena itu merupakan salah satu layanan yang harus kami berikan kepada murid. Supaya mereka bisa belajar dengan aman dan nyaman sehingga prestasinya meningkat,” tuturnya.

Adapun salah satu sekolah yang direnovasi tahun ini yakni SD Negeri Sawit. Total ada sebanyak 7 ruang yang terdiri dari tiga ruang kelas, ruang laboratorium, kantin, ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dan gudang.

”Kemarin itu harusnya lima, cuman karena ruangan di sebelahnya itu satu bangun dan kondisi sama, jadi dibongkar sekalian,” kata Kepala SDN Sawit Ardhian Herdapermana ditemui Senin (22/7).

Menurutnya, renovasi ini sudah dimulai sejak akhir Mei lalu. Targetnya selesai dalam 120 hari kerja atau sekitar akhir bulan Agustus mendatang. Selama tahapan perbaikan ini, dia juga menyebutkan tetap menjalankan proses belajar mengajar seperti biasa. ”Untuk kegiatan belajar mengajar alhamdulillah berjalan lancar. Jadi kami menggunakan ruang yang masih ada,” ujarnya. (nik/ree)