SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) berkomitmen bakal optimalkan Tim Pencegahan dan Penangan Kekerasa (TPPK) di sekolah. Hal ini merujuk pada maraknya tawuran antar gangster yang melibatkan anak-anak usia sekolah di Semarang.
“TPPK akan kami optimalkan lagi agar mereka mengekpreasi kegiatan-kegiatan positif bagi anak-anak. Sehingga ide-ide hebat siswa itu bisa diwujudkan dalam berbagai macam kegiatan positif di sekolah,” kata Plt Kepala Cabdin Wilayah 1 (Kota Semarang dan Kabupaten Semarang), Sunarto usai menghadiri FGD di Polrestabes Semarang, belum lama ini.
Sunarto menilai, dengan mengoptimalkan TPPK akan mengikis adanya ide negatif dari para siswa. Pihaknya juga akan menggalakkan kegiatan ekstrakulikuler yang telah ada di sekolah.
“Kami mengajak satuan pendidikan untuk bisa membuka ruang-ruang ekspresi bagi mereka, entah itu jalurnya olahraga, jalurnya seni atau lewat jalur sains. Dari sekolah bisa mencarikan pembimbing atau pembina, sehingga anak-anak talentanya bisa tumbuh secara baik,” jelasnya.
Menurutnya, anak harus diberikan pengertian bahwa dia tumbuh untuk mempersiapkan masa depannya. Tidak untuk mempertaruhkan masa depannya dengan aksi-aksi negatif, seperti tawuran gangster yang saat ini terjadi.
“Si anak itu akan mendapat punishment, dengan mendapatkan SKCK yang menyatakan kalau dia itu melakukan kegiatan kriminal, itu berarti masa depan dia dipertaruhkan,” ujarnya.
Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh orang tua untuk lebih tegas kepada putra-putrinya agar lebih bertanggungjawab akan segala hal yang mereka lakukan. Terlebih dengan melihat beberapa kejadian yang melibatkan anak-anak usia SMA/SMK ini terjadi saat malam hari, yang artinya anak berada di luar sekolah dan menjadi tanggung jawab orang tua.
“Kami sangat mengajak pihak orang tua untuk memastikan pada malam hari anak ada dalam kendali orang tua. Sehingga kalau jam 01.00, jam 02.00 malam dini hari itu mestinya saatnya istirahat untuk persiapan besoknya berangkat lagi ke sekolah,” ucapnya. (luk/gih)










