Pelajar di Video Asusila Demak Dipindah ke Pesantren

Kabid Pembinaan Sekolah Menengah Akhir (PSMA) Disdikbud Jateng, Kustri Saptono. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah (Jateng), turut prihatin atas viralnya video dua pelajar yang melakukan hubungan badan dan ditonton oleh teman-temannya di dalam ruang kelas beberapa waktu lalu. Kendati demikian, pihaknya memastikan bahwa kedua pelajar yang ada di video itu, yakni siswa SMA berinisial RH, dan seorang siswi SMP berinisial ML (14) tidak putus sekolah seusai kejadian tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Akhir (PSMA) Disdik Jateng, Kustri Saptono mengatakan, dalam peristiwa ini siswa SMA, yakni RH telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara untuk korban atau siswi SMP, yaitu ML(14) dipindahkan ke pesantren.

“Orang tuanya sudah datang ke sekolah dan sudah mau dipindahkan ke pesantren. Tetapi secara dapodik (data pokok pendidikan) sekolah tetap harus menjamin anak itu tetap sekolah. Jangan sampai putus sekolah,” kata Kustri kepada Joglo Jateng, belum lama ini.

Kustri menilai, kejadian tidak senonoh pelajar di Demak yang direkam teman-temannya ini menggambarkan dampak gadget begitu besar sehingga membuat kalangan pelajar mudah mengakses konten pornografi. Oleh karenanya, ia sangat berharap Dinas Komunikasi dan Informarika (Diskominfo) bisa lebih masif memblokir konten-konten berbau seksual.

“Karena handphone sekarang juga gampang banget mencari konten-konten perilaku (seksual). Dari Kominfo juga kami harapkan bisa memblokir konten-konten itu, tapi saat kita tanya, katanya yang dihapus ya sudah banyak, tapi yang muncul ya tetap banyak dari yang dihapus,” ujarnya.

Menyikapi hal ini, Kustri meminta seluruh pihak termasuk orang tua untuk dapat turut serta mengawasi anak-anaknya. Edukasi dari orang tua ke anak juga dinilainya sangat efektif untuk mencegah penyimpangan perilaku pelajar.

“Pendidikan itu menyeluruh ya, dari masyarakat, ya sekolah, termasuk orang tua. Semua harus bertanggungjawab. Maka harus dikawal bersama. Kepedulian orang tua juga jangan lupa mengajak ngomong anak-anak jangan malah asik main handphone juga,” pesannya. (luk/gih)