PURWOREJO, Joglo Jateng – Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPRD Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menyampaikan keberatan jika lanjutan pembangunan fisik Hotel Ganesha harus dilakukan tahun 2025 ini. Menurut FPD, finishing pembangunan tersebut belum memiliki urgensi untuk diwajibkan dibangun lagi pada tahun ini dan lebih bijaksana kalau ditunda terlebih dahulu.
Dalam keterangan persnya, Ketua FPD, H Rujiyanto, memandang bahwa, sudah selayaknya daerah mengikuti arahan presiden yabg tertuang dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD TA 2025. Perintah Presiden harus disikapi dengan bijak dan penuh tanggung jawab.
Perlu keselarasan dan kepatuhan daerah terhadap apa yang direncanakan pemerintah pusat. Agar rencana kerja pemerintahan Presiden Prabowo dapat berjalan sesuai keinginan.
“Lanjutan pembangunan Hotel Ganesha memang disepakati pada saat pengesahan APBD di tahun 2024 lalu. Tapi kita tau sekarang ada Inpres untuk efisiensi. Fokusnya adalah pemeliharaan infrastruktur dasar yang sudah ada seperti perawatan jalan, jembatan, irigasi. Selain itu, pada infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” terang Rujiyanto, Senin (03/02/2025).
Pembangunan Hotel Ganesha, semula diberi anggaran Rp6 M untuk fisik dan Rp5 M untuk interior di tahun 2025 ini. Namun Fraksi Partai Demokrat menilai bahwa, di era efisiensi anggaran seperti saat ini, urusan pembangunan hotel tidak lebih penting dari upaya pengentasan kemiskinan. Lebih penting adalah fokus upaya swasembada pangan, sehingga lanjutan pembangunan Hotel Ganesha masih bisa ditunda.
“Saya kira apa yang kami sampaikan mewakili suara masyarakat ya..karena memang itu yang kami serap dari masyarakat. Mereka lebih membutuhkan program-program yang langsung menyentuh dan tepat sasaran. Tolong jangan khianati Instruksi Presiden tentang efisiensi dan jangan abaikan suara rakyat karena kita ini wakilnya rakyat,” tandas Ruji.










