Peserta diajak untuk memahami tahapan penulisan sejarah. Mulai dari pengumpulan sumber, verifikasi data, interpretasi, hingga menjadi naskah siap terbit.
Bimtek ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya sejarah dan budaya lokal, serta membentuk komunitas penulis yang mampu menyumbangkan karya-karya berbobot dan informatif.
“”Tidak perlu muluk-muluk, cukup menggali dari lingkungan sekitar. Yang penting ada semangat untuk menulis dan mendokumentasikan,” imbuh Setyo.
Ke depan, hasil dari kegiatan ini akan dihimpun dalam bentuk antologi yang merekam sejarah desa dan kearifan lokal di Demak. Diharapkan, karya-karya tersebut menjadi referensi berharga sekaligus alat promosi potensi daerah.
”Dengan semangat kolaborasi dan literasi, Bimtek ini menjadi langkah strategis dalam menjaga warisan budaya dan memperkuat identitas lokal melalui kekuatan tulisan,” pungkasnya. (adm/fat)










