SMAN 1 Demak Dorong Literasi Menjadi Gerakan Bersama Siswa & Guru

‎TERANGKAN: Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 1 Demak, Setyo Nugroho memberikan edukasi di sebuah forum kepenulisan konten, belum lama ini. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

‎DEMAK, Joglo Jateng – Rendahnya minat baca dan literasi di kalangan pelajar masih menjadi tantangan besar. Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 1 Demak, Setyo Nugroho, menyoroti lemahnya praktik literasi di sekolah yang dinilai belum menyentuh aspek substansi.

‎Setyo menekankan, literasi tidak boleh hanya berhenti pada teori atau pelaksanaan formalitas semata. Selama ini, praktik literasi di sekolah hanya menjadi tugas mata pelajaran. Siswa disuruh membaca, tapi tidak ada tindak lanjut atau pengembangan.

‎Ia juga mengkritisi pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang masih bersifat simbolik. Sekolah hanya menjalankan program ini untuk memenuhi kewajiban administratif, tanpa didukung upaya serius dari para guru.

‎Sebagai bentuk solusi, Setyo menginisiasi pendekatan kreatif dengan melibatkan siswanya langsung dalam kegiatan literasi yang lebih bermakna. Ia memilih enam siswa dari berbagai latar belakang ekstrakurikuler, yaitu jurnalistik, rohis, gear, dan lainnya.

‎”Hal itu dilakukan untuk menulis sejarah singkat organisasi mereka. Tulisan itu nantinya akan dipublikasikan dan menjadi media edukasi serta inspirasi bagi siswa lain,” bebernya.