Tak Sembarangan Masuk! Begini Prosedur Ketat Ribuan Sapi Australia di Jateng

SUASANA : Pemeriksaan 1.138 ekor sapi ras Friesian Holstein asal Australia yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa seluruh sapi harus dinyatakan sehat dan bebas HPHK sebelum dilepaskan. Untuk diketahui, uji laboratorium yang dilakukan berfokus pada beberapa penyakit utama seperti Lumpy Skin Disease, Brucellosis, Enzootic Bovine Leukosis, Paratuberculosis, Bovine Viral Diarrhea, serta pemantauan Penyakit Mulut dan Kuku dan Parasit Darah.

Merujuk arahan dari Kepala Barantin, Sahat M. Panggabean, meminta agar pengawasan terhadap impor sapi terus diperketat. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi ancaman penyakit hewan yang dapat membahayakan sektor peternakan nasional. Ia menekankan pentingnya sinergi dengan pelaku usaha, otoritas pelabuhan, dan instansi terkait dalam memperkuat ketahanan dan keamanan pangan. Merespon hal itu, Sokhib menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong modernisasi peternakan sapi perah yang ramah lingkungan.

“Pemerintah berkomitmen mendorong peternakan sapi perah modern, ramah lingkungan, membuka ruang kerja sama dengan pihak swasta dan masyarakat. Pelaku usaha diharapkan tidak ragu berinvestasi di bidang pembibitan sapi potong, sapi perah didukung fasilitas fiskal berupa tax allowance dan fasilitas non fiskal berupa pendampingan teknis, perizinan dan penyediaan lahan,” tuturnya. (luk/iza)