REMBANG, Joglo Jateng – Suasana Desa Kumendung, Kecamatan Rembang, Jawa Tengah, berubah semarak pada akhir pekan lalu, ketika ribuan pecinta sepeda tua memadati area balai desa.
Mereka datang dari berbagai penjuru daerah, termasuk Jakarta, demi merayakan hari jadi ke-5 Komunitas Sedulur Onthel Balong (SOBAR), bagian dari Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Rembang.
Tak kurang dari 1.000 peserta hadir dalam acara gowes budaya yang digelar dengan rute sepanjang 15 kilometer.
Dimulai dari Balai Desa Kumendung dan melintasi sejumlah kawasan pedesaan yang asri, kemeriahan acara ini bahkan disebut-sebut melampaui perayaan komunitas serupa di tingkat regional.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang bersepeda santai, tetapi juga sarat makna pelestarian budaya dan sejarah.
Sepeda tua, yang oleh sebagian orang mungkin dianggap usang, justru menjadi simbol solidaritas, kebersamaan, dan ketekunan.
Ketua Komunitas SOBAR, Suwardi, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas keberhasilan penyelenggaraan acara ini.
Ia mengungkapkan bahwa proses persiapan telah dilakukan sejak satu tahun sebelumnya demi memberikan pengalaman terbaik bagi para peserta.
“Semua bersifat partisipasi. Kami di komunitas SOBAR mempersiapkan ini bukan hanya dengan tenaga, tapi juga dengan hati. Setiap anggota punya kontribusinya masing-masing,” katanya.
Acara tersebut juga dihadiri Bupati Rembang, Harno.
Dalam pidatonya, Harno menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan yang dinilainya mampu menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa.
“Saya senang melihat kekompakan dari saudara KOSTI semuanya. Semoga solidaritas ini tetap terjaga dan menjadi inspirasi bagi komunitas lain di Rembang,” ungkapnya.
Yang menarik, semangat peserta tidak hanya datang dari wilayah sekitar.
Sejumlah onthelis dari luar daerah bahkan menempuh perjalanan berhari-hari untuk sampai ke Rembang.










