Pati  

Percepatan Program Dapur Sehat di Pati, Muhammadiyah Diminta Ambil Peran Strategis

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, saat memberikan pemaparan dalam kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Gedung Korpri, Kabupaten Pati, Selasa (17/6/2025). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pati, M. Lukman menyampaikan kesiapan organisasinya dalam mendukung penuh program dapur bergizi ini. Ia menyatakan, Muhammadiyah akan segera melakukan pemetaan terhadap cabang dan amal usaha yang bisa dilibatkan dalam penyediaan dapur umum.

“Kami menyambut gembira program ini. Setelah kegiatan ini, kami akan melakukan koordinasi dan rapat terbatas untuk mendata amal usaha Muhammadiyah yang siap digunakan,” ujarnya.

Namun, ia juga mencatat bahwa dari 60 dapur yang ditargetkan, baru enam atau tujuh yang sudah dibangun. Oleh karena itu, kehadiran DPR dan BGN di Pati diharapkan mampu mempercepat realisasi program.

“Kami akan mapping dulu lokasi-lokasi strategis yang dekat dengan sekolah. Karena tadi disampaikan dapur tidak boleh lebih dari 5 kilometer dari sasaran, agar makanan tetap segar,” tambahnya.

Terkait pemanfaatan RS Fastabiq, Lukman menjelaskan masih ada persoalan administrasi yang harus diselesaikan. Namun ia memastikan Muhammadiyah terbuka untuk memodifikasi bangunan tidak terpakai agar sesuai dengan standar dapur MBG.

“Yang penting kita siap dulu. Kalau ada bangunan yang sudah tersedia, tinggal dimodifikasi saja agar bisa segera dioperasikan,” tutupnya. (uma/fat)