REMBANG, Joglo Jateng – Dinpermades Kabupaten Rembang melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan yang dikelola BUMDes pada 2026. Sebanyak 45 desa dijadikan sampel dari total 285 desa yang memiliki BUMDes.
Hasil monitoring menunjukkan, pemanfaatan dana ketahanan pangan berkembang dalam berbagai sektor usaha. Hal itu sesuai potensi lokal masing-masing desa.
Kabid PLK Dinpermades Rembang, Eko Prasetyo Widjanarko menjelaskan, bentuk usaha yang dijalankan BUMDes sangat beragam. Mulai untuk pembangunan gudang garam, pengolahan ikan, perdagangan garam, budi daya ikan, perikanan tangkap, perkebunan, pertanian hingga peternakan.
Menurutnya, keragaman tersebut menunjukkan bahwa desa mulai memanfaatkan dana ketahanan pangan secara lebih adaptif. Yakni dengan melihat potensi ekonomi yang tersedia di wilayah masing-masing.
“Berbagai macam usaha bisa dikembangkan, yang penting sesuai dengan potensi yang dimiliki desa tersebut,” katanya.
Dinpermades menilai pendekatan berbasis potensi lokal menjadi salah satu kunci keberhasilan program ketahanan pangan desa. Karena setiap wilayah memiliki karakteristik sumber daya yang berbeda. (uma/fat/rds)










